
Bekasi, hariandialog,co.id – Sejumlah pengurus dan anggota yang tergabung dalam Punguan Pomparan Toga Siburian Boru-Bere, (PTSB) Bekasi Raya dan sekitarnya, melayat ke rumah duka Adian Nasonang, Mustika Jaya, Kota Bekasi. Tempat di mana jenasah Amir Siburian disemayamkan, sebagai ungkapan belasungkawa dan berempati untuk almarhum dan keluarga yang diliputi kedukaan, pada Minggu malam, pukul 20.00 wib, (21/9/2025).
Tampak hadir dalam acara tersebut, sejumlah pengurus PTSB, salah satunya, Wakil Ketua Umum Edison Siburian, dan penasehat bidang adat, Agus Siburian, St.Hotler Siburian, penasehat bidang kerohanian, St.Warman Siburian, serta para ketua sektor.
Kabar dukacita ini, sontak mengejutkan banyak pihak, termasuk keluarga. Menurut keterangan salah satu keluarga dekat, bahwa almarhum semasa hidupnya, tidak pernah mengidap sakit. Sehingga kabar meninggalnya almarhum Amir Siburian (Oppung Grace Doli) ini, dinilai mengagetkan sejumlah pihak, ibarat seperti disambar petir.
Namun, ada juga yang mengatakan bahwa amang Amir Siburian ini, seminggu terakhir sebelum berpulang, ia pernah mengeluh dengan masalah kesehatannya, tapi tidak langsung mengecek ke tempat fasilitas kesehatan terdekat.

Acara melayat disertai penghiburan ini diawali dengan menyanyikan lagu rohani dari BE No.353 Di Surgo Hasonangan i, yang dipimpin oleh St.Warman Siburian.
Kemudian acara dilanjutkan dengan penyampaian kata-kata penghiburan dari masing-masing kategori mulai dari Boru-Bere Siburian, dilanjut Paniaran Siburian, lalu Dongan Tubu, Punguan Tuan Nahum dan hingga pengurus PTSB dan ketua Sektor.
” Selamat jalan ma oppung Grace, terhiburlah semua keluarga, buat pahoppu dan parumaen, Tuhanlah yang menghibur. Serahkan semuanya sama Tuhan,” tutur paniaran/istri Siburian.
Ia menambahkan, aha na ponjot dirohami serahkan semuanya sama Tuhan. ” Mari ada tanganNya yang kuat itu,” sambung paniaran Siburian seraya menguatkan iman.
Sementara, Waketum PTSB Bekasi Raya, Edison Siburian mengatakan, dalam bahasa Batak, dang holan hamu pariban na magoan. “Hami pe sudena tarlumobi, hita punguan sude Siburian Bekasi Raya, tong do marhabot ni roha,” ujarnya.
Edison menambahkan nang songoni di angka pahoppu nami dohot di bapak ni si Grace. ” Ho nama Oppung, na gabe ulu di rumah tangga on. Bereng oma ta da. Ho nama gabe panutan ni keluarga, na ma bimbing angka itom, na manogu-nogu angka itom,” tandas Edison yang dikenal humble.

Acarapun ditutup dengan menyanyikan lagu dari BE No.474, Ingkon Jesus do Donganku dan diakhiri dengan mengucapkan doa Bapa Kami. Kemudian menyalami keluarga yang sedang berduka.
Diketahui almarhum Amir Siburian menghembuskan nafas terakhir, pada Minggu dinihari, 21 September 2025, sekitar pukul 02.30 wib, saat hendak dilarikan ke Rumah Sakit Siloam, Bekasi. Dikenal pendiam dan tak banyak bergaul dengan lingkungannya.
Semasa hidupnya, ia seorang pensiunan PNS dari Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Terakhir, meski sudah purnabakti, ia masih tetap bekerja dan dikaryakan di instansi tersebut, hingga dia tutup usia.
Almarhum Amir Siburian meninggal dunia dalam usia 64 tahun. Meninggalkan seorang istri br.Purba dengan 5 orang anak, 3 orang menantu dan satu cucu.
Menurut rencana oleh pihak keluarga, jenazah Alm. Amir Siburian, akan diantar dan dimakamkan di TPU Padurenan Kota Bekasi, pada Selasa, 23 September 2025. Setelah terlebih dahulu dilakukan acara Martonggo Raja, Senin (22/9/2025), pukul 09.00 wib.Dan menjalani ulaon adat Sari Matua maksudnya di mana orangtua masih punya tanggung jawab terhadap anak yang masih belum menikah.
Dan sesi terakhir acara tutup peti sebelum diantar ke tempat peristirahatan sementara, serta doa pelepasan jenazah oleh Pendeta GBI Kemang Pratama Kota Bekasi, dan jemaat serta pihak keluarga, punguan PTSB Bekasi Raya, parsahutaon, sian hula-hula, dongan sahuta, sanak saudara, dan kerabat almarhum. (Ram)
