
Majalengka .hariandialog.co.id-Upaya meningkatkan kualitas pembina terus dilakukan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Majalengka. Salah satunya melalui kegiatan Gelang Ajar Pembina Pramuka yang digelar di Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Sumberjaya, tepatnya di SDN Bongas Wetan 3, Kamis (16/4)
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Kursus Mahir Dasar (KMD) yang bertujuan memperkuat kompetensi sekaligus mengasah keterampilan para pembina di Gugusdepan. Gelang Ajar menjadi wadah pengembangan lanjutan bagi para pembina agar semakin siap dalam membina generasi muda.
Sebanyak 52 peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pusdiklatcab Majalengka,. Syarif Muchoyidin, serta Ketua Harian Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Majalengka yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka,H. Rd. Umar Ma’ruf.
Dalam laporannya, Pimpinan Kursus KMD Kwarran Sumberjaya, H. Tapip Kartiwa Ganeviano, menjelaskan bahwa Gelang Ajar merupakan bentuk penguatan kompetensi pasca-KMD. Ia juga memaparkan gambaran umum kegiatan serta partisipasi peserta.
Ketua Kwarran Sumberjaya, Bona, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembina.
“Kwarran Sumberjaya akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi para pembina agar semakin profesional dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusdiklatcab Bina Wira Madani Kwarcab Majalengka, Syarif Muchoyidin, mengajak peserta untuk terus bersemangat dalam membina serta memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana pengembangan diri menjadi pembina profesional.
Dukungan juga disampaikan H. Rd. Umar Ma’ruf yang menegaskan bahwa Dinas Pendidikan akan terus mendorong program kepramukaan sebagai bagian dari visi menjadikan Majalengka sebagai kabupaten Pramuka.
Rangkaian kegiatan berlangsung mulai dari pembukaan, penyampaian materi, hingga penutupan. Materi yang diberikan cukup beragam, meliputi dinamika kelompok, upacara pembukaan, permainan edukatif,
semboyan isyarat, PPPK (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan), pionering, hingga navigasi darat.
Melalui kegiatan ini, para pembina diharapkan mampu menguasai keterampilan kepramukaan secara lebih mendalam, sehingga dapat diterapkan secara optimal dalam membina peserta didik di gugus depan masing-masing.(Ayub)
