Batam, hariandialog.co.id.- – Menteri Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia (P2MI), Mukhtarudin melakukan kunjungan kerja ke Kampus
Batam Tourism Polytechnic (BTP). Kunjungan ini dalam rangka
penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama
(PKS), sekaligus meresmikan Migrant Center yang berpusat di Auditorium
BTP.
Langkah cepat ini diapresiasi langsung oleh Mukhtarudin.
Ia memuji kesiapan BTP yang langsung tancap gas merealisasikan kerja
sama begitu kesepakatan formal ditandatangani. “Perkembangan ini
cepat. Begitu kita MoU dan PKS, langsung meresmikan Migrant
Center-nya. Tentu kita akan bangun ekosistem hulu pekerja migran yang
skilled workers (tenaga kerja ahli). Dan di sinilah fokusnya di bidang
hospitality,” ujar Mukhtarudin dalam keterangannya, Rabu, 10 Juni
2026.
Hal tersebut ia katakan setelah meninjau langsung fasilitas
kampus pada Senin, 8 Juni 2026
Mukhtarudin menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk
sinergi ideal antara pemerintah sebagai regulator dan lembaga
pendidikan seperti BTP sebagai operator di sisi hulu.
Pemerintah saat ini terus mengoptimalkan instrumen yang ada,
termasuk melalui jalinan MoU antara KP2MI dengan 12 Kementerian serta
berbagai perguruan tinggi ternama (seperti UI dan Unhas).
Kementerian-kementerian tersebut rata-rata memiliki
politeknik kedinasan di bidang pertambangan, pariwisata, kesehatan,
perhubungan, hingga perikanan untuk awak kapal. “Pemerintah
menciptakan iklim yang memfasilitasi sektor riil. Penempatan dilakukan
melalui skema resmi yang disiapkan pemerintah, baik itu Government to
Government (G-to-G) maupun skema prosedural lainnya,” jelas
Mukhtarudin, dtc. (bian-01)
