
Malang, hariandialog.co.id-Ribuan orang menghadiri acara Pembukaan Perebutan Tennis Beregu PTWP Piala Ketua Mahkamah Agung RI yang diadakan di Lapangan Gajahyana, Malang, Jawa Timur,
Pembukaan dilakukan Ketua MA RI Prof.DR. Sunarto, SH, MH didampingi Wakil Ketua Bidang Yudiasial dan Wakil Ketua Non Yudisial dan para Hakim Agung. Ada juga terlihat mantan Ketua MA RI Prof.DR. Syarifuddin, SH, MH dan para sporter dari masing masing baik Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Tinggi Agama se Indonesia.
Tampak para peserta dari masing-masing meneriakkan yel yel setiap lewat parade wilayah yang di wakili. Sebelum dilanjutkan pertandingan antar warga peradilan se Indonesia, diawali pembacaan doa oleh Drs. Edy Afan, Hakim PT A Surabaya.
KETUA Persatuan Tennis Peradilan menerima piala bergilir baik Putra maupun Putri, untuk diperebutkan.

Ketua Panitia Pelaksana Prof.Dr. Yanto, SH, MH, laporan pertanggunjawab atas amanah kongres PTWP di Yogjakarta yang dilaksanakan setiap tahun acara dilingkungan peradilan yang ke 20. “Ajang ini untuk sportavitas dan kekompakan sesama warga peradilan. Diiukuti 71 komtingen. Total atlet 1.022 lebih,” kata Yanto.
Pertandingan diadakan di 10 lapangan dan seluruh peserta dilindungi asuransi. Seluruh pembiayaan dari PT WP Pusat. Tanpa pungutan kepada peserta biaya hotel ditanggung dari uang kas PTWP Pusat per orangnya Rp.400 ribu per peserta.
Sementara itu Ketua PTWP Pusat Dr Prim Hariyadi, SH, MH, PTWP hadir untuk mempererat hubungan silaturahmi. “Kami bangga atas pembiyaan yang mandiri dan tanpa sponsor. Mari kita sampaikan melalui pertandingan ini, warga peradilan sehat,” kata sang Ketua PTWP Pusat.
Prof.Dr. H. Sunarto, SH,MH, dalam sambutannya, bagi keluarga besar warga peradilan, tennis sebagai kegiatan positip.
Kebersamaan rasa memiliki kebersamaan.
Pertandingan kekompakan jiwa korsa sesama warga peradilan.
Mari kita bersatu dan untuk peradilan yang agung. Bertanding pada hakikatnya bukan utusan kalah dan menang. Tapi menghargai setiap momen.
Lawan adalah teman dalam proses pertandingan. “Mari kita junjung nilai dan jaga nilai sportivitas. Mari kita hormati putusan bersikap objektip dan siap menerima konsekwensi adalah sesuai aturan. Saya mengajak memaknai ajang ini untuk jadi integritas di lapangan dan berkompetosi untuk meraih peluang,” katanya.
Dalam pertandingan satu poin tidak akan memberi keberkahan, olahraga mengajarkan kita untuk latihan dan sportivitas dan integritas. “Mari tampilkan perbuatan terbaik, jaga kesehatan dan jaga sportivitas di Kejurnas PTWP ke 20 ini sukses dan semoga Allah meridoi kita,” ucap Sang Ketua MA Prof.Dr. Sunarto, SH. (han)
