Jakarta, hariandialog.co.id.- — Menteri Dalam Negeri (Mendagri)
Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah
untuk segera memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak El
Nino yang diperkirakan terjadi pada Juli-Oktober 2026, bertepatan
dengan musim kemarau.
Tito menilai mitigasi ini penting untuk meminimalkan risiko
kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekurangan air, serta gangguan
terhadap sektor pertanian dan energi.
Instruksi disampaikan Mendagri usai Rapat Koordinasi
Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan
Sosialisasi Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak Fenomena El Nino di Sasana
Bhakti Praja (SBP) di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri
(Kemendagri), Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG) menyatakan bahwa fenomena El Nino diprediksi berlangsung mulai
Mei 2026-Mei 2027. Namun, dampaknya diperkirakan paling terasa pada
Juli saat musim kemarau hingga Oktober 2026.
Untuk itu, Tito meminta agar pemerintah daerah (Pemda)
segera mempersiapkan langkah mitigasi sesuai tingkat kerawanan di
wilayah masing-masing, tulis cnni. (pitta-01)
