Jakarta, hariandialog.co.id.- – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP) menonaktifkan kadernya yang juga anggota DPRD Kabupaten Timor
Tengah Utara (TTU), Veronika Lake karena diduga ikut mengintimidasi
Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha (27) hingga ditemukan
meninggal dunia akibat gantung diri.
“DPC (PDIP) menonaktifkan dia selama proses hukum di polisi,” kata
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira kepada wartawan di kompleks
parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Andreas mengatakan Veronika dan dua anggota DPRD TTU lainnya yang
diduga mengintimidasi mendiang dokter Icha sudah dipanggil oleh polisi
untuk dimintai keterangan.
PDIP, kata Andreas, akan menghormati dan menunggu proses hukum untuk
memutuskan langkah selanjutnya terhadap Veronika yang merupakan
kadernya.
Andreas menjelaskan, selain menonaktifkan Veronika, DPD PDIP Kabupaten
Timor Tengah Utara juga telah mengirimkan surat terkait penanganan
kasus itu kepada DPP PDIP.
Surat tersebut, menurut Andreas, akan menjadi rujukan bagi DPP PDIP
dalam mengambil keputusan terkait status anggota DPRD tersebut.
Andreas belum bersedia membeberkan sanksi yang akan
dijatuhkan, termasuk kemungkinan pemberhentian Veronika sebagai kader.
“Kita enggak bisa menghukum orang kalau belum ada (bukti). Karena kan
ini dugaan, apakah ada hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa
yang lain. Beda dengan kasus pembunuhan, langsung (dipecat),” katanya.
Sebelumnya, Veronika Lake membantah terlibat dalam dugaan intimidasi
terhadap dokter Icha yang bertugas di Rumah Sakit Leona, TTU, Nusa
Tenggara Timur. Dia menegaskan kehadirannya di rumah sakit itu hanya
untuk membesuk.
Veronika menjelaskan, pada 13 Juni 2026, dia menghadiri
kegiatan arisan istri anggota DPRD TTU di Kecamatan Insana. Seusai
acara, ia pulang menuju Kefamenanu bersama dua anggota DPRD lainnya
dan seorang istri anggota DPRD. Di tengah perjalanan, seorang anggota
DPRD, Therensius Lazakar mengajak rombongan singgah ke RS Leona untuk
menjenguk keponakannya yang dirawat di instalasi gawat darurat (IGD)
akibat digigit ular berbisa.
“Kehadiran saya di rumah sakit bukan merupakan kunjungan yang
direncanakan sebelumnya. Saya ikut membesuk karena kebetulan pulang
bersama rombongan tersebut,” kata Veronika dalam pernyataan
klarifikasinya, Minggu, 29 Juni 2026.
Ketika masuk ke ruangan, Veronika mengatakan perdebatan antara
dua anggota DPRD dan seorang dokter sudah berlangsung. Ia mengaku
hanya melihat kondisi pasien dan menanyakan tindak lanjut penanganan
medis yang diberikan, tidak melakukan intimidasi. “Saya menyampaikan
turut berdukacita atas meninggalnya dokter Icha,” katanya, tulis
berita1. (dika-01)
