Serang, hariandialog.co.i.d.- Peringatan Hari Koperasi Nasional
(Harkopnas) 2026 menjadi momentum evaluasi bagi pengembangan Koperasi
Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Banten. Pasalnya, dari
total 1.551 koperasi yang telah terbentuk di delapan kabupaten dan
kota, baru 694 unit atau sekitar 45 persen yang telah beroperasi.
Artinya, masih terdapat 857 koperasi yang hingga kini belum
menjalankan aktivitas operasionalnya.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Banten, Kabupaten
Lebak menjadi daerah dengan tingkat operasional koperasi terendah.
Dari 344 KDKMP yang telah terbentuk, baru 58 koperasi atau sekitar 17
persen yang telah beroperasi.
Sementara itu, Kabupaten Serang mencatat tingkat operasional
sebesar 31 persen. Adapun di wilayah perkotaan, Kota Tangerang menjadi
daerah dengan capaian terendah, yakni hanya 25 persen koperasi yang
telah aktif beroperasi.
Sebaliknya, Kabupaten Tangerang menjadi daerah dengan
perkembangan paling signifikan. Dari total 274 KDKMP, sebanyak 252
koperasi atau sekitar 92 persen telah menjalankan operasionalnya.
Asisten Daerah II Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Rina
Dewiyanti, mengatakan peringatan Hari Koperasi Nasional harus menjadi
momentum untuk memperkuat komitmen dalam membangun koperasi yang
sehat, profesional, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi. “Koperasi
yang kuat lahir dari pengurus yang amanah dan anggota yang aktif serta
berintegritas,” kata Rina, Senin 13 Juli 2026, tulis radarbtn.
(opik-01)
