
Cirebon,hariandialog.co.id – Pelantikan direksi dan dewan pengawas (dewas) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Cirebon yang digelar di Ruang Adipura Balai Kota, Jumat (31/7/26), tidak hanya menjadi momentum pengisian jabatan strategis.
Dalam kesempatan itu, seusai pelantikan, Wali Kota Cirebon Effendi Edo juga memanfaatkan forum tersebut untuk meluruskan isu tak sedap yang berkembang mengenai proses seleksi pejabat BUMD.
Di hadapan para direksi, dewan pengawas yang baru dilantik, serta keluarga mereka, Edo secara tegas membantah adanya praktik “Pamrih” dalam proses penetapan jabatan tersebut. Ia justru melakukan konfirmasi secara terbuka untuk memastikan isu yang beredar tidak benar.
Dalam sambutannya, Edo menanyakan langsung kepada para direksi dan dewan pengawas apakah pernah diminta memberikan sejumlah uang agar dapat menduduki jabatan di BUMD. Pertanyaan serupa juga ia tujukan kepada para istri pejabat yang dilantik.
“Ada suaminya yang minta uang buat bayar ke wali kota?” tanya Edo.Serempak para istri menjawab, “Tidak.”
Menurut Edo, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi sekaligus untuk menghentikan spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Ia mengaku mendengar berbagai isu yang menyebut proses pelantikan sengaja diperlambat karena adanya negosiasi maupun praktik yang tidak semestinya.
“Selama ini muncul suara-suara yang tidak baik. Karena pelantikannya cukup lama, muncul anggapan ada negosiasi dan sebagainya. Itu tidak benar,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh proses pengisian jabatan direksi dan dewan pengawas BUMD dilakukan secara profesional dengan mengedepankan kualitas, kompetensi, dan hasil uji kelayakan masing-masing kandidat.
“Saya ingin mengangkat orang berdasarkan kualitas dan kompetensinya. Semua melalui proses uji kompetensi dan kemampuan yang dimiliki masing-masing,” katanya.
Edo menjelaskan, waktu yang dibutuhkan sebelum pelantikan bukan karena adanya proses di luar mekanisme, melainkan untuk memastikan calon yang dipilih benar-benar mampu membawa perubahan bagi perusahaan daerah.
Effendi Edo,juga memastikan seluruh tahapan seleksi terbuka telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Meski demikian, ia menyadari masih ada pihak-pihak yang menyebarkan isu negatif terkait proses tersebut.
“Pemerintah Kota sudah menjalankan seluruh tahapan dengan benar. Tetapi tetap saja ada yang mengatakan proses ini transaksional. Saya mendengar semua informasi itu,” pungkas Edo.(budhi)
