Jakarta, hariandialog.co.id.-Iptu Dewa Ayu Santi W.R (Santi) menjadi satu-satunya Polisi Wanita yang ikut menggagalkan peredaran Narkoba jaring internasional di Jakarta Pusat Sabtu (8/5/2021) lalu. Dia tergabung di Kanit 3 Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat yang membongkar jaringan di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat dan Hotel N1, Petamburan, Tanah Abang dengan total sabu-sabu berbobot 310 Kilogram.
Jauh sebelum tergabung di Kanit 3 Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) Polda Bali itu sempat ditugaskan di Polda Metro Jaya setelah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2014 silam. Di Polda Metro Jaya Santi mengabdi dua tahun.
Dia kemudian ditempatkan di Polres Metro Jakarta Pusat dan menjabat Kasubnit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Karir Santi di institusi korps baju coklat menajak mulus seiring banyak prestasi yang ia torehkan, dua tahun setelahnya dia mendapat promosi jabatan lalu naik menjadi sebagai Kanit Ranmor Polres Metro Jakarta Pusat.
“Di Ranmor kita ungkap pelajar yang mau tawuran saat SOTR bulan puasa. Selama satu tahun saya jadi Ranmor dan akhir Tahun 2019 (menjabat) Kanit Reskrim Polsek Kemayoran selama beberapa bulan saja,” ucap dia kepada AKURAT.CO Kamis (13/5/2021).
Di awal 2020 Santi mengemban tugas baru sebagai Kanit Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Unit 3. Tugas baru ini bukan pekerjaan muda bagi kebanyakan wanita, tetapi dia membuktikan kemampuannya setelah sukses membongkar Home Industri Gorila Sintetis dalam bentuk Vape ukuran 5 mili, di Jati Asih, Bekasi beberapa bulan menduduki jabatan baru itu.
“Pertama saya kaget jujur aja, terharu juga dan kebetulan saya satu-satunya perwira Polwan yang ikut dengan Tim dan banyak belajar dari pak Kasat serta senior-senior saya, ternyata begini, berhari-hari menyelidiki dengan proses panjang,”ucapnya.
Membagi Waktu Dengan Suami dan Anak
Di tengah kesibukannya memberangus peredaran narkoba di lingkup wilayah Jakarta Pusat, Polwan berdarah Bali ini juga punya tanggung jawab besar terhadap keluarga kecilnya. Anak yang baru berumur 3,5 tahun jelas butuh perhatian, belum lagi harus mengurus suami.
Namun Santi bisa membagi waktunya antara tuntutan pekerjaan sebagai abdi negara sekaligus sebagai Ibu Rumah Tangga. Hal ini tidak terlepas dari dukungan sang suami.
“Suami saya itu sangat mendukung pekerjaan saya. Jadi ketika saya jadi Kanit narkoba, dia dukung, ‘Ayo prestasi’. Dia juga sabar,” tegas Santi.
Terlebih komitmen dari semasa pacaran sudah dipegang teguh oleh Santi maupun sang suami, bahwa masing-masing mereka memiliki jalan karirnya tersendiri.
Selain itu, anaknya selalu diberikan pengertian kalau ibunya adalah sosok seorang Polisi Wanita yang kerajanya adalah menangkap penjahat.
“Kadang dia juga nanya, kok hari Sabtu Minggu kerja, tapi setelah kita jelaskan, dia langsung mengerti ‘mama kerja tangkap penjahat’ (Santi meniru suara anaknya). Jadi saya sangat bersyukur memiliki anak dan suami yang sangat mengerti pekerjaan saya,” tandasnya. (akurat/redstu)
