Balikpapan, hariandialog.co.id.- Kegiatan pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum oleh
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim
ditutup, Kamis (4/11/2021).
Dari pemilihan ini menunjuk sedikitnya 6 juara dari jenjang
SMA/SMK/SLB dari seluruh Kaltim.
Diketahui, sejumlah sekolah jenjang menengah atas asal
Bontang banyak meraup juara, bahkan hingga juara 1. Hadiah yang
diterima pun relatif fantastis. Selain piagam, turut menerima uang
tunai pembinaan hingga Rp 10 juta.
Kepala Kejati Kaltim, Deden Riki mengatakan, dengan adanya
program ini, diharaokan para pelajar dapat memiliki kesadaran hukum.
“Mereka anak-anak pelajar, terutama menjadi pemenang, menjadi duta
sebagai siswa di sekolahnya menjadi sadar hukum,” ujar Deden seperti
ditulis tribune.
Ditambahkan Kepala Disdik Provinsi Kaltim, Anwar Sanusi,
terdapat banyak perubahan di kalangan pelajar dengan adanya penunjukan
duta sadar hukum ini. “Misal, penggunaan HP. Tadinya kalau ada hoaks,
mereka tidak menyaring dulu. Langsung share sana-sini, tapi sekarang
mereka bisa lebih selektif,” jelas Anwar.
Menurutnya, meski pertemuan tatap muka di sekolah masih
minim, mereka para duta sadar hukum itu akan tetap memberi edukasi
melalui daring.
Demikian menurut Anwar, mereka juga bertugas dalam penyuluhan hukum,
membantu peran penegak hukum persisnya di kalangan pelajar. “Supaya
bisa membantu pemerintah, dalam ini kejaksaan, untuk menyampaikan hal
mana yang boleh, mana yang tidak boleh,” jelasnya. (tob).
