Jakarta,hariandialog.co.id.- Indikator Politik Indonesia dalam rilis survei nasional Maret 2023 menunjukkan bahwa arah dukungan Presiden pada salah satu nama diikuti pula dengan peningkatan dukungan warga kepada nama tersebut dalam survei.
Sebagian pihak menduga bahwa dukungan Presiden ditengarai menentukan karena tingginya kepuasan warga kepada Presiden sehingga warga menjadikan Presiden sebagai salah satu acuan dalam memilih. Apakah dugaan tersebut dapat dikonfirmasi dengan data?
Untuk mengujinya, Indikator Politik Indonesia kembali mengadakan survei nasional kepada pemilih di Indonesia. Pertanyaan utama dalam survei adalah kepuasan pada kinerja Presiden Joko Widodo dan pilihan kepada nama-nama bakal calon yang akan maju dalam Pilpres 2024. Survei juga menanyakan pilihan pada partai politik, kepercayaan pada institusi demokrasi, dan evaluasi terhadap berbagai kondisi di tanah air.
Dari hasil survei yang dapat menjadi rujukan bagi pengambil keputusan dan warga pada umumnya tentang peta dukungan pada calon dan partai politik jelang 2024. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.220 orang. Sampel berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
Dalam temuan seperti dirilis Indikator, sekitar 78.5% warga saat ini cukup atau sangat puas atas kinerja Presiden Joko Widodo. Tingkat kepuasan ini cenderung mengalami peningkatan dibanding temuan sebelumnya.
Warga yang cenderung lebih puas terutama karena Presiden Joko Widodo memberikan bantuan kepada rakyat kecil dan membangun infrastruktur. Sementara warga yang cenderung tidak puas terutama karena merasa bantuan yang diberikan tidak merata dan harga-harga kebutuhan pokok yang meningkat.
Pada tiga besar nama calon presiden, seperti rilius Indikator Politik Indonesia, menerangkan bahwa Prabowo Subianto tampak konsisten mengalami peningkatan dukungan dalam dua bulan terakhir. Sementara Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan cenderung mengalami penurunan. Dinamika ini tampak konsisten di berbagai simulasi pilihan calon presiden.
Sementara pada simulasi calon wakil presiden, tampak dukungan terhadap Ridwan Kamil mengalami penurunan, Erick Thohir mengalami peningkatan, dan terhadap sejumlah nama lain tampak tidak banyak mengalami perubahan. (Het)
