Jakarta, hariandialog.co.id.- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)
menunjuk Menko Polkam Mahfud Md sebagai Plt Menkominfo menggantikan
Johnny G Plate yang tersandung kasus dugaan korupsi BTS.
Mahfud Md memberikan laporan pertamanya ke Presiden Joko
Widodo (Jokowi) usai ditunjuk sebagai Plt Menteri Komunikasi dan
Informatika (Menkominfo). Laporan yang pertama kali diberikan Mahfud
adalah soal proyek BTS Kominfo.
Proyek BTS itu kini jadi sorotan setelah kasus korupsi
terungkap dan menjerat Johnny G. Plate yang sebelumnya menjabat
Menkominfo. Dalam laporannya kepada Jokowi, Mahfud menjelaskan proyek
pembangunan BTS sudah dimulai sejak 2006, dan berjalan baik sampai
2019. Masalah baru muncul pada 2020.
Ketika itu, proyek senilai Rp 28 triliunan itu dicairkan
dulu anggarannya Rp 10 triliunan untuk tahun 2020-2021. Namun, pada
ujung 2021 ketika dimintai pertanggungjawaban anggaran, ternyata tidak
ada tower yang terbangun. Padahal targetnya harus ada 4.200 tower BTS
yang dibangun pada 2020-2021. “Tetapi pada bulan Desember 2021 ketika
laporan harus disampaikan penggunaan dana itu harus
dipertanggungjawabkan, ternyata sampai Desember 2021 barangnya itu
nggak ada,” kata Mahfud di Kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat,
Senin (22-05-2023) kemarin tulis dtc.
Mahfud menjelaskan dengan alasan COVID-19, saat itu
pembangunan BTS diminta untuk diperpanjang hingga Maret 2022. Nah,
pada Maret 2022, ternyata hanya ada 1.100 tower BTS saja yang
terbangun dari target 4.200 tower. Itu pun ketika diperiksa lewat
satelit yang kelihatan hanya 958 tower saja.
“Minta perpanjangan sampai Maret itu seharusnya itu tidak boleh secara
hukum tapi diberi perpanjangan. Sampai Maret (2022), lalu dilaporkan
sekitar 1.100 tower dari 4.200 yang ditargetkan itu 1.100 tower
dilaporkan jadi, sesudah diperiksa melalui satelit yang ada itu hanya
958,” beber Mahfud.
Keanehan muncul lagi, setelah dicek dari 8 sampel tower BTS yang
terbangun nyatanya tak ada satupun yang berfungsi sesuai spesifikasi.
Lalu ketika dicek lagi, ternyata pembangunan tower yang diklaim
mencapai 1.100 unit itu hanya memakan anggaran Rp 2,1 triliun padahal
dana yang dicairkan Rp 10 triliun.
Mahfud melanjutkan Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai melakukan
penyelidikan sejak Juni 2022. Pada April dan Mei 2023 pemeriksaan
proyek BTS dinyatakan bermasalah.
Sejak saat itu proses hukum berjalan dan pada akhirnya Johnny G. Plate
ikut terseret masalah korupsi BTS. Mahfud menepis isu penunjukan
Johnny Plate sebagai tersangka ada unsur politis menjelang Pemilu.
“Penyidikan ini sudah dimulai bulan Juni karena bulan Maret sudah
minta perpanjangan, sudah diperpanjang kok bulan April diperiksa ndak
bener, ditinjau lagi bulan Mei ndak bener, lalu dimulai penyelidikan.
Sekarang ini proses hukumnya terus berjalan,” ungkap Mahfud.
“Jadi ndak ada kaitannya dengan Pemilu, calon pilpres, atau apa pun,” tegasnya.
Proyek Bakal Lanjut
Mahfud juga menyatakan proyek BTS bakal terus dilanjutkan. Menurutnya,
proyek tersebut sudah berjalan dengan baik pada awalnya sebelum
ketahuan dikorupsi oleh Johhny G. Plate.
Jokowi, kata Mahfud, sudah memberikan arahan langsung kepadanya agar
proyek itu bisa dilanjutkan. Dia mengungkap proyek BTS sebetulnya
dijalankan sebagai langkah strategis pembangunan ekosistem digital di
Indonesia.
“Tadi dapat arahan dari presiden, karena itu proyek sudah didesain
sebagai strategi pembangunan, sebagai kebijakan strategis pembangunan
untuk pelayanan rakyat sejak 2006 dan dan sudah berjalan bagus setiap
tahun dan bisa dipertanggungjawabkan, maka kita usahakan untuk
dilanjutkan,” ungkap Mahfud.
Dia menyebutkan negara, khususnya masyarakat, bisa makin rugi apabila
proyek yang awalnya sudah berjalan dengan baik ini dihentikan.
Mahfud juga mengaku dirinya sempat melakukan pertemuan dengan beberapa
mantan Menkominfo yang menjabat sebelum Johnny Plate. Menurutnya,
semua pihak mengatakan proyek BTS berjalan dengan baik, ‘kerusakan’
baru terjadi di masa sekarang.
Semua mantan Menkominfo mengatakan apabila proyek ini berhenti
pekerjaan yang sudah dilakukan sejak 2006 dengan baik akan hangus dan
sia-sia.
“Soal proyeknya nanti kita cari jalan agar itu terus (berjalan) Karena
saya sudah memanggil mantan-mantan menteri itu, Menkominfo itu, ‘pak
ini sudah berjalan baik dari tahun ke tahun sesuai dengan jadwal. Kok
rusaknya baru sekarang?’ Gitu. Dan itu akan diusahakan untuk terus
berjalan karena ini menyangkut kebutuhan rakyat,” ungkap Mahfud tulis
dtc.
“Kalau ndak, pekerjaan kita 14 tahun yang sudah bagus dari tempat ke
tempat, dari waktu ke waktu itu akan hangus kalau ini tidak
diteruskan,” sebutnya. (tob)
