Jakarta, hariandialog.co.id.- Kinerja Unit Usaha Syariah (UUS) milik
PT Bank Tabungan Negara Tbk terus menunjukkan peningkatan. Dari dari
fungsi intermediasi, BTN Syariah mencatatkan pembiayaan sebesar Rp
35,13 triliun per Agustus 2023. Angka tersebut tumbuh 17,5% dari
periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 35,13
triliun.
Adapun, sepanjang semester I 2023, BTN Syariah sudah
mencetak laba besih sebesar Rp 281,21 miliar, tumbuh 47,31% secara
tahunan. Pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata kenaikan laba
bersih seluruh UUS di Indonesia. Data Statistik Perbankan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan merekam laba bersih UUS secara nasional tumbuh
10,38% yoy per Juni 2023.
Atas performanya, BTN Syariah sukses menyabet penghargaan
“The Highest Profit Growth of Sharia Unit Bussiness Bank” di ajang Top
20 Financial Institution Award 2023.
Direktur Konsumer Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan,
penghargaan tersebut menjadi pengingat bagi perseroan untuk terus
meningkatkan kinerja bisnis syariah. “Bisnis syariah kami fokus ke
penyaluran pembiayaan perumahan, untuk itu kami akan terus memacu
kinerja syariah terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah rakyat dengan
skema syariah,” ujar Hirwandi dalam keterangan resminya, Selasa
(21-11-2023).
Selain laba bersih yang melesat, aset Bank BTN juga
tercatat terus bertumbuh. BTN Syariah mencatatkan aset tumbuh hingga
14,69% yoy dari Rp40,35 triliun pada Juni 2022 menjadi Rp46,27 triliun
di bulan yang sama tahun ini.
Adapun, BTN Syariah menyediakan pembiayaan perumahan dari
hulu ke hilir. Hirwandi menjelaskan produk pembiayaan yang diberikan
mulai dari kepemilikan lahan, kontruksi rumah, pembiayaan pemilikan
rumah (KPR), hingga untuk renovasi rumah. UUS Bank BTN ini juga
berfokus menyalurkan pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah
(MBR). (diah)
