Jakarta, hariandialog.co.id.– Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno
berpesan untuk Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam menjalankan
pemerintahannya nanti. Yang pertama yaitu untuk menguatkan iman,
membagi waktu, dan terus mengikuti perkembangan zaman. Dia menilai,
ketika menjadi seorang pemimpin, tentu banyak masalah yang menerpa.
“Kuatkan iman, terus pelajari dalam dan luar, menterinya banyak,
pertahanan, ekonomi, teknik, keuangan. Bagaimana caranya tersentuh
semua? Bagi waktunya,” ujar Try, di kediamannya di Menteng, Jakarta
Pusat, saat kunjungan petinggi Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR
pada Senin, 20 Mei 2024.
Try kemudian napak tilas ketika dirinya menjabat sebagai
Wapres pada periode 1993-1998, saat dirinya mendampingi Soeharto.
Selama lima tahun kepemimpinan, dia membagi waktu antara membahas
kebijakan di pemerintahan, namun juga turun ke lapangan untuk
meninjau. “Dulu saya Wapres 2,5 tahun ke luar, keke Jawa, 2,5 tahun
di dalam (pemerintahan). Karena saya tugasnya pengawasan,” ujar dia.
Kemudian mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik
Indonesia (ABRI) itu juga berpesan supaya Prabowo tetap mawas diri dan
tak menunjukkan kejelekannya di depan publik. Musababnya, Try menilai,
publik terutama media massa akan selalu memantau kejelekan, karena
mereka merupakan salah satu pilar demokrasi. “Jadi jangan
mempertontonkan kejelekan Anda di muka umum. Karena akan diperhatikan,
dilaporkan, televisi di mana mana,” ujar Try, tulis tempo
Pesan terakhirnya untuk Prabowo, Try mengutip salah satu
filosofi Jawa yang menggambarkan kepintaran yang harus diikuti dengan
hati yang baik dan welas asih. Menurut Try, itu penting dimiliki oleh
seorang pemimpin. “Kalau kata orang Jawa, jangan pintar, hatinya
jelek, nanti mundur. Kalau pintar otaknya, hatinya baik, welas asih,”
ujar dia. (dika-01)
