Jakarta, hariandialog.co.id.- Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR RI) memberi waktu tujuh hari kepada manajemen Oriental Circus
Indonesia (OCI) dan para mantan pemain sirkus untuk menyelesaikan
perkara dugaan eksploitasi secara kekeluargaan.
Jika tidak tercapai kesepakatan dalam waktu tersebut, DPR
meminta kasus tersebut dilanjutkan ke proses hukum.
Wakil Ketua Komisi Hukum DPR Ahmad Sahroni menyatakan,
tenggat tersebut berlaku sejak audiensi antara pelapor, manajemen OCI,
dan sejumlah lembaga negara di Gedung DPR RI, Senin, 21 April 2025.
“Saya minta waktu ke mereka tujuh hari. Kalau tidak
selesai, maka silakan melalui proses penegakan hukum yang akan kami
awasi,” kata Sahroni kepada awak media saat ditemui usai rapat dengar
pendapat dengan pihak OCI, eks pemain, dan Dirkrimum Polda Jawa Barat.
Kasus dugaan eksploitasi terhadap anak-anak mantan pemain
OCI mengemuka sejak laporan sejumlah korban ke Komnas Perempuan dan
Komnas HAM awal tahun ini. Mereka mengaku kehilangan identitas sipil
seperti akta lahir, KTP, dan ijazah selama mengikuti sirkus keliling
saat masih anak-anak. Selain itu, para pelapor menyebut mengalami
kekerasan fisik dan tekanan mental dalam sistem pelatihan sirkus yang
disebut tidak manusiawi.
Sahroni menilai, unsur pelanggaran hukum dalam kasus ini
masih perlu diuji lebih lanjut. Secara perdata, kata dia, peristiwa
yang terjadi lebih dari 30 tahun lalu itu berpotensi masuk kategori
kedaluwarsa. Namun, aspek dugaan pelanggaran hak asasi manusia tetap
bisa ditindaklanjuti. “Kalau kehilangan identitas sipil, itu urusan
konstitusi. Kami tidak bisa biarkan,” ujarnya.
Perwakilan manajemen OCI, yang hadir dalam RDP, Jansen
Manansang, membantah tuduhan eksploitasi. Mereka menyebut pelatihan
yang diberikan kepada anak-anak dalam sirkus merupakan bagian dari
pendidikan seni pertunjukan. Salah satu manajer OCI mengklaim pihaknya
telah memberikan perlakuan layak, termasuk perawatan kesehatan saat
ada yang cedera. “Ada yang sampai diterbangkan untuk pengobatan dengan
biaya puluhan juta,” katanya, tulis tempo. (lumsim-01)
