Jakarta-hariandialog.co.id – Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 tema “Pasar Modal untuk Rakyat, Satu Pasar Berjuta Peluang”, resmi ditutup Sabtu (18/10).Selama dua hari berlangsung total ada 48.308 pengunjung CMSE 2025 baik langsung maupun virtual.Jumlah ini meningkat 12,3% dibandingkan 43.008 total pengunjung CMSE tahun lalu ( 2024 ) selama tiga hari. Sebanyak 36.626 pengunjung telah menyaksikan CMSE 2025 melalui kanal YouTube Indonesia Stock Exchange dan nonton bareng (nobar) di berbagai Kantor Perwakilan BEI di se Indonesia, naik 3,8% dibandingkan 35.292 penonton daring CMSE 2024 yang digelar tiga hari.
Jika dibandingkan per hari, rata-rata total pendaftar per hari CMSE 2025 mencapai 12.590 orang, meningkat 208,6% dibandingkan 4.079 pendaftar per hari CMSE 2024. Rata-rata total pengunjung per hari tahun ini tercatat 24.154 orang, naik 68,5% dibandingkan 14.336 pengunjung per hari tahun lalu. Untuk pengunjung langsung, rata-ratanya 5.841 peserta per hari, meningkat 127,1% dibandingkan 2.572 peserta per hari CMSE 2024.
Sedangkan pengunjung virtual rata-rata mencapai 18.313 penonton per hari, naik 55,7% dibandingkan 11.764 penonton per hari pada CMSE 2024. Selama 2 hari pelaksanaan CMSE 2025 diramaikan 13 narasumber dan 6 moderator, serta 88 booth dan 95 tenant.
Dua hari CMSE dari 17-18 Oktober 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), antusiasme khalayak sangat tinggi mencatatkan rekor 11.682 pengunjung langsung (onsite), meningkat 51,4% dibandingkan 7.716 pengunjung langsung CMSE 2024 yang berlangsung sehari lebih banyak, yakni tiga hari.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik, menyebut, CMSE 2025 antrian pengunjung mengular dari lobby Gedung BEI hingga pintu masuk MRT Istora Mandiri berjarak sekitar 500 meter. “Hal tersebut menjadi bukti nyata besarnya minat masyarakat untuk mengenal lebih dekat dunia pasar modal,” ujar Jeffrey, .
Hal ini kata Jeffrey, membuktikan tingginya antusiasme pengunjung, baik luring maupun daring, CMSE meningkat tahun ke tahun, “CMSE tahun ini bukan sekadar rangkaian seminar serta pameran, tetapi jadi bukti nyata komitmen bersama memperkuat literasi, inklusi, dan partisipasi masyarakat mendorong pertumbuhan pasar modal berkelanjutan.
“ Tema yang diangkat setiap sesi dalam CMSE 2025 menggambarkan keberagaman dan potensi luar biasa pasar modal Indonesia.dari hari pertama Seminar Utama tentang Peran Dunia Usaha dan Pasar Modal dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional, berlanjut dengan podcast bersama dua figur publik yang menginspirasi generasi muda, Nycta Gina dan El Rumi, ditutup talk show lintas agama beragam perspektif spiritual dari 3 pemuka agama, Husein Ja’far Al Hadar, Pendeta Marcel, dan Bhante Dhirapunno.
Hari kedua, pengunjung mendengar kisah nyata melalui talk show bersama tiga investor rakyat, menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Majoris Asset Management dengan Istiqlal Global Fund pengelolaan produk wakaf saham serta mengikuti talk show terkait produk filantropi syariah di pasar modal, hingga menutup CMSE 2025 talk show inspiratif mengajak audiens menjaga kesehatan, baik raga maupun finansial bersama Ade Rai.
“Semua sesi ini mengajarkan satu hal penting,: bahwa siapa pun dapat menjadi bagian dari pasar modal, dari mana pun asalnya dan apapun profesinya,” kata Jeffrey.Rekaman semua sesi seminar CMSE 2025 bisa diakses publik melalui kanal YouTube Indonesia Stock Exchange.
Aku Insvestor Saham Cetak 184.787 Investor Baru
Menjadi bagian dari kampanye nasional Aku Investor Saham, CMSE 2025, mencatat capaian positif dari rangkaian Road to CMSE 2025 digelar sejak Maret hingga Oktober 2025 di berbagai wilayah Indonesia. Telah diikuti 185.630 peserta melalui 101 kegiatan melibatkan 134 mitra dari perguruan tinggi, instansi, komunitas dan anggota bursa berhasil mencetak sejumlah 184.787 investor baru di pasar modal.
Program Guruku Investor Saham bagian dari kampanye Aku Investor Saham diikuti 6.545 guru dan tenaga pendidik di Indonesia melalui 103 kegiatan dan berhasil mencetak 2.887 investor saham baru. Melalui program ini, BEI terus berupaya menumbuhkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya investasi sejak dini, serta menjadikan guru sebagai agen literasi keuangan di lingkungannya.
Dukungan sinergis antara Otoritas Jasa Keuangan, Self-Regulatory Organization (SRO), Anggota Bursa, Perusahaan Tercatat, Manajer Investasi, dan berbagai mitra lainnya.Ia berharap CMSE 2025 jadi momentum terus membangun pasar modal lebih kuat, inklusif, berintegritas dan berkelanjutan. “Karena dengan pasar modal untuk rakyat, akan tercipta satu pasar dengan berjuta peluang, peluang untuk tumbuh, berdaya saing, dan maju bersama,”tutup Jeffrey. ( Rls /NL )
