Jakarta, hariandialog.co.id.- — PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk atau BNI terus berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam
menurunkan angka stunting di Indonesia.
Upaya BNI itu diwujudkan nyata lewat program intervensi gizi
dan kesehatan di dua wilayah prioritas, yakni Kabupaten Nagekeo, Nusa
Tenggara Timur (NTT), dan Provinsi Banten.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menegaskan, dukungan terhadap
penurunan stunting merupakan bagian dari tanggung jawab sosial
perusahaan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang
sehat dan unggul.
Komitmen BNI ini sejalan dengan tujuan pemerintah serta
agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) untuk menghapus
kelaparan dan segala bentuk malnutrisi. “Program ini sejalan dengan
komitmen perusahaan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (TPB) atau SDGs poin kedua, yaitu Zero Hunger,” ujar
Okki dalam keterangan tertulis.
Di Kabupaten Nagekeo, NTT, program BNI berfokus pada tiga
intervensi utama. Program tersebut mencakup penguatan kapasitas kader
Dapur Sehat (DASHAT), pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi
50 anak stunting dan 25 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis
(KEK) selama 90 hari, serta pembentukan Kebun Gizi yang ditanami
sayuran, tulis cnni. (aluka-01)
