Jakarta, hariandialog.co.id.- Pemerintah melalui Kementerian
Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali
memberikan penghargaan insentif fiskal kepada daerah yang dinilai
mampu mengendalikan lajuinflasi.
Penghargaan ini diberikan langsung Menteri Dalam Negeri
(Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri
Mulyani kepada 34 daerah. Insentif fiskal pengendalian inflasi periode
ke-3 tahun 2023 tersebut diberikan secara simbolis pada Rapat
Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja
(SBP) Kemendagri, Jakarta, Senin (6/11).
Hal ini juga menunjukkan bahwa persoalan inflasi harus
tetap menjadi atensi semua pihak. “(Insentif ini) sangat-sangat ini
berarti bagi rekan-rekan dan tolong bagi yang lain-lain bisa bekerja
untuk bisa mendapatkan hadiah,” pesan Mendagri Tito.
Sementara itu, Menkeu Sri Mulyani mengatakan melalui
pemberian insentif fiskal ini diharapkan Pemda dapat terus melakukan
berbagai upaya pengendalian inflasi.
Dirinya menekankan agar insentif tersebut digunakan untuk terus
memperbaiki kinerja sebagai bentuk kehadiran negara di tengah
masyarakat. “Sehingga kinerja pun diatur dan diukur secara objektif,”
kata Menkeu Sri Mulyani.
Dalam kesempatan itu, Menkeu Sri Mulyani meminta Pemda
tidak hanya melihat data, tetapi juga turun melakukan langkah
pengendalian. Upaya itu dapat dilakukan melalui berbagai instrumen,
seperti memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sebagai informasi, daerah penerima insentif tersebut
terdiri dari 3 provinsi, 6 kota, dan 25 kabupaten. Daerah penerima di
tingkat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi
Barat.
Kemudian di tingkat kota, yaitu Subulussalam, Tidore Kepulauan,
Sibolga, Banjarbaru, Pagar Alam, dan Singkawang.
Sementara daerah penerima insentif di tingkat
kabupaten, di antaranya Pulau Morotai, Bangka Selatan, Kutai
Kartanegara, Morowali, Paser, Sorong Selatan, Pohuwato, Banggai, Luwu,
Boalemo, Bulungan, Aceh Singkil, Sumbawa Barat, Pulang Pisau, Minahasa
Utara, Supiori, Minahasa Selatan, Tabalong, Parigi Moutong, Bandung,
Landak, Lamongan, Bolaang Mongondow, Banyuwangi, dan Pasaman. (pitta)
