Majalengka, hariandialog.co.id — Dalam rangka mendukung Program Tiga Juta Rumah yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Bank BJB menggelar sosialisasi dan edukasi program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) di Kabupaten Majalengka.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Abdi Yudha Karya Pemkab Majalengka dan diikuti ratusan aparatur sipil negara (ASN) serta pekerja swasta dari berbagai instansi. Program ini menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk dapat memiliki rumah pertama yang layak huni dengan skema pembiayaan ringan dan terjangkau.
Asisten Manajer Pemasaran Pembiayaan Program BP Tapera, Berdi Dwiyanto, mengatakan bahwa KPR FLPP dirancang untuk meringankan masyarakat dalam memiliki rumah sendiri.
“Skema KPR FLPP ini menetapkan bunga tetap sebesar 5 persen selama tenor 20 tahun, uang muka hanya 1 persen, dan cicilan mulai dari Rp1 jutaan per bulan,” jelas Berdi dalam pemaparannya, Jumat (4/7), melalui siaran pers.
Ia juga menyampaikan bahwa BP Tapera telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bank BJB untuk penyaluran 10 ribu unit rumah FLPP di wilayah Jabar, dengan 1.000 unit ditargetkan untuk Kabupaten Majalengka.
Program ini diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia yang belum memiliki rumah, berusia minimal 21 tahun atau telah menikah, serta memiliki penghasilan maksimal Rp8,5 juta untuk individu lajang dan Rp10 juta bagi yang sudah menikah. Selain itu, calon penerima wajib lolos analisis kelayakan kredit dari bank penyalur.
“Pendaftaran bisa dilakukan melalui aplikasi SiKasep yang tersedia di Google Play Store, dan informasi ketersediaan rumah FLPP dapat dicek melalui situs www.sikumbang.tapera.go.id,” tambah Berdi.
Sementara itu, Manager Relasi dan Pemasaran Bisnis Divisi KPR & KKB Bank BJB, Feti Febriyanti, mengungkapkan bahwa harga rumah FLPP di wilayah Majalengka saat ini berkisar Rp166 juta.
“Program ini sangat cocok bagi ASN muda maupun masyarakat umum yang belum memiliki rumah. Jangan ditunda karena harga rumah terus naik, lokasi makin jauh dari pusat kota, dan luas tanah makin kecil,” ujarnya.
Feti menyebut, Bank BJB telah menggandeng sejumlah pengembang yang siap mendukung program ini, di antaranya:
Alam Asri Majalengka (Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong)
Kota Impian Cijati (Desa Jatipamor, Kecamatan Panyingkiran)
Bumi Ligung Indah (Desa Buntu, Kecamatan Ligung)
Plt Kepala BKPSDM Majalengka, H. Gatot Sulaeman, yang hadir mewakili Bupati Majalengka H. Eman Suherman secara daring, menyatakan dukungan penuh Pemkab Majalengka terhadap program tersebut.
“Program ini adalah kolaborasi nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Daripada terus menyewa atau kos, lebih baik mencicil rumah sendiri,” ucap Gatot.
Ia juga mengimbau para peserta sosialisasi agar aktif mencari informasi lebih lanjut dan segera mengajukan permohonan KPR FLPP sesuai prosedur yang berlaku.
“Jangan pasif. Kita harus mendapatkan informasi yang utuh agar tidak kehilangan kesempatan ini,” pungkasnya.(Ayub)
