
BANDUNG BARAT – hariandialog.co.id-Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat fungsional, serta menyerahkan surat keputusan penugasan guru sebagai kepala sekolah di Gedung B Lantai 4 Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat ( KBB), Kamis (30/7/2026).
Prosesi dipimpin langsung oleh Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail yang memandu pembacaan sumpah jabatan di hadapan para pejabat yang dilantik. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus memperkuat pelayanan pemerintahan di lingkungan Pemkab Bandung Barat.
Dalam pelantikan kali ini, sebanyak 2 pejabat pimpinan tinggi pratama, 56 pejabat administrator, dan 60 pejabat fungsional resmi dilantik. Selain itu, pemerintah daerah juga menyerahkan surat keputusan penugasan kepada 112 guru yang mendapat amanah sebagai kepala sekolah. Penyerahan dilakukan secara simbolis, sedangkan sebagian besar penerima mengikuti melalui sambungan daring.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, menjelaskan bahwa penugasan kepala sekolah yang dilakukan pada kesempatan tersebut belum mencakup seluruh kebutuhan yang ada. Menurutnya, masih terdapat tahapan administrasi yang harus diselesaikan sebelum seluruh formasi dapat diisi.
“Untuk kepala sekolah belum seluruhnya, karena memang ada mekanisme yang harus ditempuh terkait dengan pengisian kepala sekolah ini. Mulai dari diklat, persetujuan, dan tahapan lainnya,” ujar Ade Zakir.
Ia menjelaskan, untuk jabatan administrator, formasi yang direncanakan pada tahap ini telah terpenuhi. Sementara itu, pada jabatan pimpinan tinggi pratama masih terdapat enam posisi yang belum terisi dan akan segera diproses.

“Kita ada kekosongan di enam posisi. Pak Bupati akan mengambil langkah terkait pengisian ini. Mudah-mudahan mulai Agustus prosesnya sudah berjalan,” katanya.
Ade Zakir juga menerangkan bahwa pelaksanaan pelantikan harus menunggu rekomendasi dari instansi yang berwenang. Karena itu, terdapat beberapa nama yang baru dapat dimasukkan menjelang pelaksanaan setelah seluruh persyaratan administrasi dinyatakan lengkap.
Ia menambahkan, penempatan pejabat merupakan kewenangan kepala daerah yang dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi secara menyeluruh.
“Pelantikan ini merupakan kewenangan Pak Bupati untuk menentukan posisi siapa di mana. Tentu melihat kebutuhan organisasi agar ada keseimbangan. Memang tidak mungkin memuaskan semua pihak, tetapi keputusan ini diambil untuk kepentingan organisasi,” ujarnya.
Menanggapi isu dugaan jual beli jabatan, Ade Zakir menegaskan hingga saat ini pemerintah daerah belum menerima laporan resmi dari pihak mana pun.
“Pak Bupati sudah menyampaikan, apabila ada jual beli jabatan silakan dilaporkan. Sampai hari ini kami belum menerima laporan. Jangan sampai isu hanya menjadi isu tanpa ada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Edy Syafrudin, menyambut baik penugasan guru menjadi kepala sekolah. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan karena dapat mengurangi kekosongan pimpinan sekolah yang selama ini terjadi.
“Hari ini Dinas Pendidikan bisa mengisi kekosongan kepala sekolah. Ada penyerahan surat keputusan penugasan guru menjadi kepala sekolah sebanyak 112 orang. Ini menjadi langkah yang sangat baik bagi dunia pendidikan di Bandung Barat,” ujarnya.
Meski demikian, Edy mengungkapkan bahwa kebutuhan kepala sekolah di Kabupaten Bandung Barat masih cukup besar. Saat ini masih terdapat sekitar 200 posisi kepala sekolah yang belum terisi dan akan diselesaikan secara bertahap.
“Mudah-mudahan secepatnya, mudah-mudahan tahun ini bisa selesai sehingga kekosongan kepala sekolah dapat terus berkurang,” ucapnya.
Ia berharap para guru yang mendapat amanah sebagai kepala sekolah mampu menjalankan fungsi kepemimpinan, meningkatkan kualitas manajemen sekolah, serta membawa perubahan positif bagi satuan pendidikan masing-masing.
“Harapannya setelah menerima tugas ini mereka dapat memimpin sekolah dengan baik, menjadi manajer yang baik, sehingga kualitas pendidikan di Bandung Barat semakin meningkat,” katanya.

Salah seorang pejabat yang baru dilantik, Dr. Jaja, S.E., S.Sos., M.M., yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Kesatuan Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan kini dipercaya menjadi Camat Cikalongwetan, mengaku siap menjalankan amanah baru tersebut.
Ia mengatakan akan segera melaksanakan serah terima jabatan sebelum mulai bekerja penuh di wilayah Kecamatan Cikalongwetan.
“Yang sudah baik tentu akan kami lanjutkan. Saya ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Cikalongwetan. Mudah-mudahan amanah yang diberikan Bupati dan Wakil Bupati dapat saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Jaja.
Pada jajaran pimpinan tinggi pratama, rotasi dilakukan terhadap dua kepala dinas. Asep Dendih yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kini dipercaya menjadi Kepala Dinas Perhubungan. Sebaliknya, Mochamad Ridwan Evi yang sebelumnya memimpin Dinas Perhubungan kini bertugas sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap rotasi, promosi jabatan, pengambilan sumpah pejabat fungsional, serta penugasan kepala sekolah ini mampu memperkuat kinerja birokrasi, mempercepat pengisian jabatan yang masih kosong, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.( Nagon )
