Jakarta, hariandialog.co.id.- Para pedagang meminta pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar menghentikan dan membubarkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, setiap hari
kami pedagang ini dibuat berdosa karena menyumpahin perilaku orang SPPG.
Terus terang kata seorang ibu separuh baya di Pasar Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tepatnya di Lokasi penjual buah-buahan menceritakan dosa yang dilontarkan kepada para petugas SPPG. “Mereka
membeli buah yang bagus dan jelek. Diborong semuanya. Yang penting ada. Yah akhirnya yang dapat kami jual kepada Masyarakat beginilah buah-buah dan sayuran yang jelek,” ungkap Wanita yang mengaku asal
Jawa Tengah.
Wanita asal Jawa Tengah sebut saja Namanya Turkiem itu, tanpa ditanya menjelaskan sedekikian rupa kelakuan para SPPG yang belanja di Pasar Induk Kramat Jati. Agen bilang sudah diborong pihak
SPPG buat MBG. Jadi hanya sisa saja yang dapat dibeli untuk di jual di pasar-pasar. Padahal, kami kaum pedagang yang datang dari beberapa pasar di wilayah Jakarta tercengang mendengar pernyataan agen buah
Melon, Semangka dan jeruk.
Namun, agen buah itu juga menyatakan, walau laku banyak barang dagangannya jadi buat dosa. Pasalm harga semuanya minta di tulis di bon mahal. “Coba kalau buah melon Rp.20 ribu minta ditulis dan ditandatangani di bon dan kwitasnya perbuahnya Rp.28 ribu. Jadi mereka SPPG yang untung banyak, sementara kami pedagang hanya bisa telan air liur karena enaknya untuk besar,” jelas si Turkiem.
Sementara itu tetangga Turkiem sebut saja namanya Parno, merapat untuk ikut gabung menceritakan pengalamanya di boring suyur mayurnya. “Dagangan saya taimun dan sayur sawi putih minggu kemarin
diborong untuk MBG. Saya senang tapi ngedumel dan keluar sumpah serapah karena harus ditamahin per kilogramnya Rp.6 ribu. Sayur sawi putih sekilo Rp.8 ribu ditulis mereka di bon kira jadi Rp.14 ribu. Mereka yang isi, saya hanya tanda tangan dan bubuhi cap,” terangnya.
Terus terang, kalau begini caranya harus dibubarkan saja MBG yang otomatis para SPPG juga ikut bubar. “Semua di korupsi harganya dengan pembengkakan harga beli untuk kebutuhan MBG. Saya
punya tetangga rumah setiap harinya jual telor bisa disebut agen, juga dibeli telor ayam banyak tapi yang kecil-kecil dan diborong. Busuk atau pecah tidak jadi masalah yang penting harga digelembungkan sesuai
permintaan pihak SPPG. Jadi semua line belanjaan di korupsi dengan dalih banyak yang akan dibagi-bagi dari keuntungan bulanannya,” ungkap Parno dengan sedikit geram.
Untuk itu, sebutnya sudah sebaiknya para petugas di BGN turun tangan atau diam-diam mengamati tempat belanja dari para SPPG. “Jadi jangan hanya terima laporan saja dan alasan hanya untuk gizi
anak anak dan kaum ibu serta anak balita. Semua di korupsi dibawah saat belanja. Jadi bubarkan saja. Agar pemerataan gizi baik dari buah, ikan serta makanan bergizi lainnya,” paparnya. (bing)
