
Jakarta, hariandialog.co.id – Keberadaan Sekolah Sepak Bola (SSB) Cikunir FA atau Cikunir Football Academy sangat membantu bagi para orang tua yang menginginkan putra-putra mereka menjadi pesepakbola andal di masa depan. Fokus pada pembinaan usia dini, SSB yang bermarkas di Lapangan Sepakbola Angkasa (Lapangan Gusur), di jalan Rawa Semut, Cikunir Jatiasih, Kota Bekasi ini, terbilang masih berusia muda, berdiri sejak 11 Juli 2024.
Namun SSB ini mampu menunjukan kualitasnya dengan menjuarai berbagai turnamen yang telah mereka ikuti, diantaranya juara 1 turnamen IRC U-13 tahun 2024, juara 2 Trofeo KBR U-12 tahun 2024, juara 3 Win Soccer U-9 tahun 2024, dan juara 1 Fun Games U-10 tahun 2025. Pendiri Cikunir FA, Muhamad Gholy mengungkapkan SSB mereka saat ini memiliki sekitar 70 siswa mulai U-8 hingga U-15, yang berasal dari wilayah sekitar Jatiasih Kota Bekasi. Ayah dari pemain timnas U-17 Zahaby Gholy ini mengatakan program latihan Cikunir FA seminggu tiga kali, yaitu Rabu pukul 15.30-17.30 WIB, Jumat pada pukul 15.30-17.30 WIB, serta Minggu pukul 08.00-10.00 WIB.
Menurutnya Cikunir FA membentuk para pemain muda berkualitas, dengan dukungan 7 pelatih berlisensi, mereka ingin selepas dari Cikunir FA para siswa mampu meneruskan karir mereka di klub-klub ternama. ”Kami memang fokus membentuk para siswa kami, kelak menjadi pemain masa depan yang mampu diandalkan,” ujarnya disela-sela latihan Cikunir FA, Minggu (1/6) pagi. Muhamad Gholy menambahkan, banyak orang tua siswa mempercayakan putra-putra mereka menimba ilmu sepakbola kepada kami (Cikunir FA). “Tentunya tanggung jawab kami, adalah menjadikan mereka mampu bermain sepakbola yang baik dan benar, dengan kualitas yang bisa diandalkan dikemudian hari nanti,” ujarnya pula.
Karenanya, lanjut Muhammad Gholy hubungan yang baik antara para pelatih dengan para orang tua siswa yang cukup dekat, sangat membantu pihaknya dalam membentuk putra-putra mereka menimba ilmu bemain sepakbola di SSB ini. “Para orang tua siswa juga sangat mensuport kami selama ini. Mereka hampir tidak pernah absen setiap latihan, bahkan selalu ikut serta jika tim Cikunir FA mengikuti turnamen dimanapun berlangsung,” ungkapnya.
Cikunir FA juga memberikan kesempatan kepada para orang tua yang putranya belum pernah berlatih sepakbola untuk bergabung berlatih dengan Cikunir FA. Karena masih banyak juga orang tua yang belum tahu cara bergabung dengan Cikunir FA, terutama yang tinggal disekitar lokasi mereka berlatih saat ini.
Untuk mendaftar sebagai siswa baru di Cikunir FA, orang tua siswa cukup membayar Rp 300 ribu, itu sudah termasuk jersey untuk latihan dan iuran selama satu bulan. Untuk iuran perbulannya mereka hanya membayar Rp 100 ribu.
Menurutnya dengan biaya yang terbilang ringan tersebut, para orang tua bisa menitipkan putra-putra mereka untuk dibina menjadi para pemain masa depan yang dapat diandalkan.
“Bagaimanapun juga ketekunan dan keseriusan para siswa itu sendiri dalam berlatih, yang akan menentukan masa depan mereka menjadi pemain yang mampu diandalkan. Kami hanya membantu membentuk mereka di Cikunir FA,” tandasnya. (zal)
