
Bandung Barat, hariandialog.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui untuk menurunkan angka stunting dan malnutrisi di indonesia agar mereka sehat serta mendapatkan makanan berkualitas, mendukung pertumbuhan, dan meningkatkan kualitas pendidikan. Pembangunan dapur sehat dan bersih sebagai fasilitas pengolahan makanan untuk program MBG.
Pelaksanaan Peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur ke-2 Desa Pangauban pada Hari Kamis, 8 Januari 2026. Beralamat di Kp. Cibodas RT 02 RW 08 Desa Pangauban Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat (KBB) dihadiri oleh Rufriyanto Maulana Yusuf Direktur Manajemen Pemenuhan Gizi Badan Gizi nasional (BGN) yang kebetulan sedang melakukan kunjungan ke SPPG Pangauban dapur ke-1 dan beberapa awak media beserta relawan dapur 1, dapur 2 dan dapur 3 SPPG Pangauban yang hadir.
Dapur MBG yang merupakan langkah awal dalam pengembangan kegiatan sosial masyarakat. Melalui kehadiran Program Nasional yang di canangkan Presiden Prabowo Subianto untuk menuju Indonesia maju, generasi Indonesia emas ini untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MGB) dari Pemerintah Pusat.

Rufriyanto memotong nasi tumpeng di acara peresmian gedung dapur ke – 2 sppg pangauban bersama Hendrik Irawan selaku owner/mitra
Hendrik Irawan selaku owner/mitra SPPG Pangauban Yayasan Pramaguna Nasional akan memberikan yang terbaik dalam penyajian menu untuk penerima manfaat anak-anak sekolah, balita dan Ibu hamil, Hendrik merespon positif dengan adanya program MBG dan akan terus mendukung program Presiden Prabowo subianto dengan memberikan layanan yang terbaik dan akan memberi kualitas rasa makanan berkualitas Best Seller.
“Untuk saat ini penerima manfaat dari dapur kami sebanyak 4.000 rencanaya bulan berikutnya penerima manfaat akan bertambah menjadi 12.000 penerima manfaat. Pemerataan menjadi fokus utama palaksanaan dan kami bersyukur bisa terlibat langsung dalam pemerataan MBG,” katanya.
Ia juga menegaskan tantangan biaya operasional, harga bahan baku di atasi melalui mekanisme subsidi silang jika menu keringan.
Terkait kritik masyarakat atau penerima manfaat Hendrik menegaskan pihaknya terbuka terhadap masukan, jika ada menu yang kurang Best Seller atau tidak disukai akan kami evaluasi serta tidak akan digunakan kembali. Ia berharap pengaduan kritik maupun saran sebaiknya disampaikan secara langsung agar bisa segera ditindaklanjuti, dan mohon jangan di upload dulu ke Medsos” Pungkas Hendrik. (Nagon)
