


Bandung Barat, hariandialog.co.id– Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar bimbingan teknis (Bintek) dan sosialisasi penyembelihan hewan kurban tahun 2026 di Gedung C Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (15/04/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan kurban memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) serta sesuai syariat Islam.
Poin Utama Sosialisasi:
- Kesehatan & Syariat: Kepala Dispernakan KBB, drh. Wiwin Aprianti, M.Si, menekankan pentingnya memilih hewan yang sehat dan cukup umur (kambing/domba >1 tahun, sapi/kerbau >2 tahun) yang ditandai dengan tumbuhnya gigi tetap (punglak).
- Ketersediaan Stok: KBB dipastikan swasembada hewan kurban dengan stok mencapai 10.000 ekor domba/kambing dan 2.000 ekor sapi/kerbau, yang juga dipasok ke wilayah Jabodetabek dan Kota Bandung.
- Teknis Penanganan: Masyarakat diimbau segera mengolah daging kurban dan memastikan tingkat kematangan sempurna (well done). Petugas medis juga akan diterjunkan untuk memeriksa potensi penyakit cacing pada organ dalam hewan (proses trimming).
Pembatasan Peserta akibat Anggaran
Plt. Bidang Usaha Dispernakan, Riyan Haskar Rayka Apriyanto, SP, MAP, menjelaskan bahwa karena adanya rasionalisasi anggaran, peserta tahun ini dibatasi hanya 30 orang (10% dari tahun sebelumnya). Undangan difokuskan pada pengurus DKM masjid besar dari 16 kecamatan serta lembaga yang rutin memotong hewan kurban dalam jumlah besar, seperti Sespim Polri dan Al-Irsyad.
Wacana Kurban Kaleng
Menanggapi tren “kurban kaleng” (kornet) seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur, pihak Dispernak menyatakan Bandung Barat terbuka bagi investor yang berminat mengelola produk akhir hewan kurban menjadi olahan kalengan berlogo halal, meski saat ini fasilitas tersebut belum tersedia di KBB.(Nagon)
