Bekasi, hariandialog.co.id – Guna melestarikan budaya warga Bekasi, Pemerintah Kecamatan Mustika Jaya, menggelar Festival Adu Bedug dan Dondang, Sabtu (18/5/2024), dilaksanakan Stadion H.Natrom Nursyamsu, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Budaya Adu Bedug dan Dondang, mulai diadakan pada tahun 2006, ini selain menjadi sarana hiburan, juga menjadi ajang silaturahmi sesama warga sekitar. Sedangkan, arak Dondang merupakan tradisi asli warga Betawi Bekasi, yang biasa dilakukan ketika upacara pernikahan.Dondang sendiri merupakan aneka ragam makanan khas dari pengantin laki-laki terdiri dari dodol geplak, uli dan wajik, sedangkan lauk pauknya terdiri dari sayur gabus pucung, bekakak ayam, sayur bandeng dan makanan khas lainnya, untuk diserahkan ke pengantin perempuan, pada saat mengadakan acara hajatan.
Dalam sambutannya Pj.Walikota Bekasi Raden Gani Muhammad mengatakan ada 3 hal penting dari gelaran ini yang bisa diilhami oleh semua masyarakat.
” Setelah saya mengikuti jalannya Festival Adu Bedug dan Dondang, ada 3 filosofis yang bisa saya simpulkan, yakni, pertama gelaran ini merupakan ajang yang dapat mempererat silaturahmi antar warga, kedua gelaran ini merupakan acara tahunan dan sudah turun temurun dilaksanakan.
“Sehingga terjaganya warisan budaya Betawi di Kota Bekasi, dan ketiga mampu meningkatkan perekonomian penggiat UMKM, karena disediakannya booth-booth bazaar, sehingga mereka bisa menjajakan produk-produk unggulannya,” ungkap Gani.
Gani juga mengapresiasi hadirnya Fedtival Adu Bedug dan Dondang di Kecamatan Mustika Jaya.
” Festival ini bisa kita ajukan ke tingkat Nasional sebagai Budaya Tak Benda dan semoga cita- cita besar ini bisa terwujud, jika semua unsur konsisten menjalankannya, karena acara ini mengadung nilai kebudayaan yang kental dan harus dilestarikan.
Sementara itu, Camat Mustika Jaya, Jaya Eko Setiawan, S.H, MH, selaku ketua panitia penyelenggara, mengatakan kegiatan Adu Bedug dan Dondang ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan antara pemerintah Kecamatan dan elemen masyarakat.
” Ini adalah kegiatan yang ke 17 yang pasca lebaran dan hajatan. Ini juga adalah akumulasi silaturahmi semua kegiatan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Tak lupa, dia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga acara festival Adu Bedug dan Dondang, tahun ini sukses diselenggarakan.
Terakhir, Jaya Eko mengajak warganya untuk terus melestarikan budaya Bekasi, dan menjaga kerukunan.
Hadir dalam acara tersebut, Unsur Forkopincam, Kapolsek Bantar Gebang- Mustika Jaya, AKP Ririn, Danramil, Direktur RSUD, Ketua RT, Ketua RW, Alim ulama, para mantan Kepala Desa, para Lurah serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Mustika Jaya. (Ram)
