Jakarta, hariandialog.co.id.- Di sisi lain, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia(Gaikindo) bersama anggotanya mengatakan, secara keseluruhan industriotomotif dalam negeri mempunyai kapasitas produksi untuk jeniskendaraan pick up mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun. Denganangka itu, Gaikindo yakini cukup untuk memenuhi permintaan dankebutuhan dalam negeri.
Apabila semua kebutuhan dalam negeri tersebut murni hanyadipenuhi oleh industri otomotif Indonesia, maka akan berdampak luarbiasa bagi bukan hanya anggota Gaikindo namun seluruh ekosistimindustri otomotif nasional dari hulu sampai hilir. Satu unit mobilyang dibuat itu terdiri dari lebih 20,000 komponen dan tentunyaberbagai macam bahan baku, mulai dari besi baja, kaca, karet, plastik,fabrik, dan lainnya.
Berbagai komponen tersebut dibuat dan dirakit olehpabrikan-pabrikan komponen di dalam negeri yang jumlahnya mencapairibuan perusahaan, termasuk Industri Kecil Menengah (IKM) dan tentunyajutaan tenaga kerja. “Kami dari industri otomotif Indonesia telahmenjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platformkendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usahayang ada di dalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untukmembuat jenis kendaraan yang sesuai.
Selain itu, kami juga memilikikemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhankendaraan komersial di dalam negeri,” ujar Anton Kumonty, selaku KetuaHarian dan Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Jumat,27-02-2026 Anton juga menambahkan, saat ini industri otomotif Indonesiatermasuk di dalamnya adalah anggota Gaikindo dan Gabungan IndustriAlat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) meminta pemerintah dapat memberikankesempatan untuk memenuhi kebutuhan atas kendaraan-kendaraan komersialtersebut sehingga dapat mengoptimalkan kapasitas produksi dalamnegeri. Keterlibatan industri otomotif dalam negeri untuk kebutuhantersebut juga akan memastikan keberlanjutan keterlibatan tenaga kerjayang saat ini mencakup kurang lebih 1,5 juta pekerja di seluruh rantaibackward linkage dan forward linkage industri. Gaikindo berpendapat sudah seharusnya industri otomotifIndonesia mendapatkan kesempatan untuk memenuhi seluruh permintaandalam negeri. Saat ini, Gaikindo mencatat jumlah anggota sebanyak 61perusahaan otomotif. Dan untuk kendaraan komersial kelas menengah kebawah atau pick-up selama ini diproduksi oleh beberapa perusahaananggota Gaikindo seperti:1. PT Suzuki Indomobil Motor 2. PT Isuzu Astra Motor Indonesia3. PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor4. PT SGMW Motor Indonesia(Wuling Motors)5. PT Sokonindo Automobile (DFSK)6. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)7. PT Astra Daihatsu MotorIndustri otomotif nasional mampu mengembangkan platform jeniskendaraan komersial pick-up yang kemudian dikonversikan menjadikendaraan penumpang multi-guna (MPV) yang saat ini diproduksi dandigunakan masyarakat Indonesia. Konversi yang sebelumnya berawal daribekerja sama dengan berbagai macam industri karoseri (body builder),juga kemudian dikembangkan lebih dalam oleh berbagai pabrikankendaraan, sehingga saat ini berbagai kendaraan penumpang multi-guna(MPV) menjadif ully manufactured. Jenis kendaraan penumpang multi-guna (MPV) saat ini sangatdigemari dan menjadi pilihan utama mobilitas masyarakat, tidak hanyadi Indonesia namun juga di Asia Tenggara. Pendalaman dan pemahamanyang sama juga dibangun untuk mengembangkan platform jenis kendaraankomersial pick-up untuk memenuhi berbagai kegiatan usaha di dalamnegeri, tulis dtc. (aluaca-01)
