Jakarta, hariandialog.co.id- Pemerintah melalui PT Pertamina
selaku penyedia Tunggal gas di Indonesia harus turun tangan mengecek
langung akan kebenaran isi dari tabung 12 Kilogram. Pasalnya, ada
kecurigaan kurang atau dikurangi.
Faturohman warga Jalan Siaga, Pejaten, Pasar Minggu,
menceritakan apa yang dialaminya saat membeli tahung gas isi 12
kilogram. “Kami menggunakan tabung gas isi 12 kilogram untuk kebutuhan
masak kebutuhan keluarga. Jadi biasanya satu bulan lebih baru beli
yang baru,” jelas Fatur panggilan akrabnya.
“Ini belum sebulan sudah mati kompor dan memandakan bahwa
gas sudah habis. Sudah beberapa bulan ini ada kecurigaan dan ternyata
kecurigaan tersebut terbukti. Kami menimbang tabung gas kosong
beratnya 15 kilogram dan diisi 12 kilogran seharusnya 27 kg. Tapi
kenyataannya hanya 26,2 kilogram. Keluarga bersama penjualnya sama
sama menyaksikan penimbangan,” kata Fatur.
Bukan hanya satu tabung tapi juga saat pembelian kedua.
“Ketepatan di rumah ada dua tabung gas isi 12 Kg yang kosong. Jadi
langsung dibeli dua duanya. Ternyata isi tabung gas yang 12 kilogram
berbeda beda. Tabung yang satu 26,20 kg dan tabung gas yang lainnnya
dengan ukuran sesuai yang tertera tulis tabung 12 Kg lebih berat
sedikit yaitu 26,35 Kg. artinya lebih berat 0,15 Kg. Jadi isinya
hanya 11,35 kg. Kan dua tabung sekaligus diisi dan ditimbang ya
hasilnya itu,” terang Fatur.
Untuk itu, Fatur mengharap agar PT Pertamina turun tangan
mengecek langsung isi tabung gas yang isi 12 Kilogram. “Yah, Pertamina
turun lah mengecek isi tabung ke pedagang paling bawah. Ajak tuh
aparat penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan untuk mengecek
langsung isi tabung gas. Jadi tolong Pertamina memperhatikan rakyat
kecil yang menjadi dampak kurangnya isi tabung gas khususnya 12 KG,”
jelasnya. (tob).
