Indramayu, hariandialog.co.id.—– PT Pertamina Patra Niaga menyatakan Integrated Terminal (IT) Balongan berperan sebagai salah satu pintu masuk bahan bakar minyak (BBM) impor guna menjaga keberlanjutan pasokan, khususnya saat pasokan domestik membutuhkan penopang tambahan.
Superintendent Fuel RSD IT Balongan Pertamina Patra Niaga Firman Nugroho mengatakan impor dilakukan secara selektif dan umumnya untuk produk tertentu.”Kami juga mendapatkan suplai impor. Rata-rata kami impor produk gasoline RON 92 alias kalau brand-nya Pertamax. Itu rata-rata dari Singapura dan Malaysia,” kata Firman dalam media briefing di Terminal BBM Balongan, Indramayu, Jumat. 30-01-2026.
Pertamina Jamin Kualitas BBM RON Lewat Proses Blending dan Uji Lab
Menurut dia, secara desain pasokan domestik dari Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan telah mampu menyuplai wilayah Jakarta, Cikampek, dan sekitarnya. Namun, pada kondisi tertentu seperti jadwal pemeliharaan kilang, impor menjadi penopang tambahan.
“Sebetulnya kalau fuel lifting dari IT Balongan itu mampu menyuplai secara domestik. RU VI Balongan secara desain sudah mampu, cuma memang ada beberapa jadwal, kalau misalnya perlu Maintenance Turn Around, maka kita backup-nya inject dari impor,” ujarnya.
Firman menegaskan impor bukan kebutuhan rutin. Ia menjelaskan untuk Pertamax, produk yang diterima berupa gasoline RON 92 un-dyed sehingga masih memerlukan perlakuan lanjutan sebelum disalurkan. “Jadi impor itu tidak selalu perlu, hanya pertambahan saja, dan biasanya kami impor produk-produk tertentu saja,” katanya, tulis cnni. (nasya-01)
