Jakarta, hariandialog.co.id.- Perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi telah mengubah secara fundamental lanskap pertahanan
modern. Jika dahulu keberhasilan operasi militer lebih banyak diukur
dari pencapaian di lapangan, kini keberhasilan tersebut juga
ditentukan oleh kemampuan institusi mengelola informasi, membangun
kepercayaan publik, serta menghadapi perang narasi di ruang digital.
Pandangan tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV, Kolonel Laut (KH) Ign. M.
Pundjung T., S.Sos., M.Sc. Menurutnya, era digital telah menghadirkan
tantangan baru yang menempatkan ruang informasi sebagai salah satu
domain strategis dalam sistem pertahanan negara.“Informasi saat ini
bergerak dalam hitungan detik. Opini publik terbentuk sangat cepat
melalui media sosial. Dalam situasi seperti ini, ruang digital telah
menjadi medan strategis yang tidak kalah penting dibandingkan wilayah
darat, laut, maupun udara,” ujar Kolonel Pundjung, Selasa, 4 -08
-2026.
Ia menegaskan, perubahan tersebut menuntut transformasi
peran Dinas Penerangan (Dispen) di setiap satuan TNI Angkatan Laut.
Fungsi penerangan tidak lagi sekadar mendokumentasikan kegiatan atau
menyusun siaran pers, melainkan harus menjadi bagian integral dari
strategic communication yang mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas
pokok TNI AL.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih
dari 17 ribu pulau dan wilayah laut yang sangat luas, Indonesia
menghadapi tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks. Ancaman
tidak hanya datang dalam bentuk pelanggaran wilayah, illegal fishing,
penyelundupan narkotika, perdagangan orang, maupun pencurian sumber
daya alam, tetapi juga melalui perang informasi yang memanfaatkan
teknologi digital.
Menurut Kolonel Pundjung, penyebaran hoaks, disinformasi,
propaganda, manipulasi visual hingga narasi yang bertujuan melemahkan
kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara kini menjadi ancaman
nyata yang harus diantisipasi. “Karena itu, Dinas Penerangan memiliki
tanggung jawab strategis menjaga kredibilitas institusi melalui
penyampaian informasi yang cepat, akurat, objektif, dan dapat
dipertanggungjawabkan. Kecepatan informasi saat ini merupakan bagian
dari profesionalisme,” katanya, tulis jakartabicara. (bing)
