Jakarta, hariandialog.co.id.- Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
menjanjikan pemberian vaksin Moderna kepada masyarakat umum.
Sebuah penelitian yang menyebutkan jika efikasi vaksin
Sinovac akan berkurang dalam waktu enam bulan setelah suntikan dosis
kedua membuat masyarakat mencari vaksin lain yang dianggap lebih
efektif dalam mengurangi risiko penularan Covid-19.
Para tenaga kesehatan yang telah mendapatkan dosis lengkap
vaksinSinovac juga masih rentan terpapar Covid-19. Oleh karena itu,
pihak Kemenkes saat ini dalam program pemberian suntikan ketiga dengan
menggunakan vaksin Moderna.
Vaksin Moderna digadang-gadang memiliki efikasi yang lebih
tinggi dibanding Sinovac dan bisa lebih memproteksi para tenaga
kesehatan yang harus berhadapan langsung dengan pasien Covid-19.
Tenaga kesehatan menjadi pihak yang paling diprioritaskan
untuk mendapatkan vaksin Moderna. “Saat ini baru 80 ribuan tenaga
kesehatan yang menerima vaksinasi ketiga,” ujar Juru Bicara Vaksinasi
dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ
News.
Meskipun demikian, Siti Nadia Tarmizi menjanjikan jika
masyarakat bisa mendapatkan vaksin Moderna. Namun, pemberiannya usai
vaksin Moderna disuntikkan kepada seluruh tenaga kesehatan di
Indonesia. “Secara paralel pemberian vaksinasi akan menyasar ibu
hamil dan masyarakat umum. Masa kadaluarsa masih sampai panjang. Untuk
masyarakat umum tentunya masih menunggu selesainya pemberian vaksin
kepada nakes,” ujar Nadia.
Pemberian vaksinasi tahap ketiga tersebut berdasarkan rekomendasi dari
ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization)”Titer
antibodi ada penurunan untuk vaksin Sinovac, maka bisa direncanakan
booster tapi setelah 12 bulan, tahun depan kita laksanakan booster
kepada masyarakat umum,” tuturnya (pr/diah).
