Jakarta, hariandialog.co.id.- Ketua Tim Pemenangan Pemilu PDI
Perjuangan (PDIP) sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani duduk bersama
bakal calon presiden dari PDIP, Ganjar Pranowo dalam Rapat Kerja
Nasional (Rakernas) III PDIP. Ia memberi sejumlah arahan kepada kader
pada kegiatan ini.
Puan mengungkapkan kegiatan ini digelar untuk mensolidkan seluruh
kekuatan PDIP, termasuk 3 pilar partai dalam memenangkan Pemilu 2024.
Selain itu, pihaknya ingin mengatur strategi pemenangan Pileg dan
Pilpres di tiap-tiap daerah.
Dalam Rakernas yang digelar di Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung,
Jakarta Selatan, ia mengingatkan seluruh kader untuk menyatu dengan
rakyat demi kemenangan tiga kali berturut-turut di Pemilu.
“Karakter PDI Perjuangan adalah partai wong cilik, yang artinya
kekuatan yang sebenarnya adalah menyatu dengan rakyat dan menjalankan
kerja-kerja ideologis untuk rakyat,” kata Puan dalam keterangan
tertulis, Selasa (6/6/2023).
Menurutnya, PDIP sebagai partai wong cilik harus memiliki mesin partai
yang konsisten turun ke bawah guna menyerap aspirasi rakyat. Dengan
begitu, PDIP dan rakyat bisa mencapai target kemenangan hattrick di
Pemilu 2024.
Selain itu, Puan mengungkapkan ideologi PDIP sejalan dengan Pancasila
yakni bergotong royong demi kemajuan bangsa dan negara. Oleh karena
itu, ia menekankan agar kader tidak bekerja sendiri.
“Di PDI Perjuangan, tidak ada istilahnya bintang bersinar sendiri.
Yang ada adalah Pancasila sebagai bintang penuntun kita, dan inti
Pancasila adalah gotong royong,” papar Puan.
Di sisi lain, mantan Menko PMK ini mendorong seluruh mesin partai
untuk bekerja ekstra. Termasuk pada tahapan kampanye sesuai jadwal
Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni 28 November 2022 sampai 10 Februari
2024. Menurutnya, PDIP harus selalu bekerja demi rakyat.
“Sejarah telah memberikan kesempatan kepada kita semua sebagai alat
perjuangan partai untuk mewujudkan tujuan perjuangan partai,” tutur
Puan.
Lebih lanjut, Puan menegaskan seluruh kader harus tegak lurus terhadap
arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri demi kemenangan Pemilu
2024. Baik dalam kemenangan PDIP di Pileg maupun kemenangan Ganjar
Pranowo yang telah diamanatkan oleh partai sebagai bakal capres untuk
periode 2024 sampai 2029.
“Kekuatan PDI Perjuangan adalah karena kita solid, selalu tegak lurus
pada instruksi ketua umum, selalu berada dalam satu rampak barisan,”
tegasnya.
“Dengan kekuatan soliditas itulah, partai kita bisa kuat dan mampu
menghadapi tekanan situasi politik berhadapan dengan partai-partai
lain dan kekuatan politik lainnya,” sambung Puan.
Selain itu, para kader diingatkan agar tidak terlena kepada hasil
survei yang menyatakan PDIP memiliki potensi suara lebih banyak
dibanding partai-partai lainnya. Puan menegaskan seluruh kader PDIP
harus selalu bersiap dalam kondisi apapun.
“Kita menyaksikan dinamika politik menjelang pemilu 2024 semakin
tinggi, gerakan partai-partai politik, gerakan kekuatan-kekuatan
politik, munculnya tokoh-tokoh politik yang ingin memojokkan PDI
Perjuangan, dan tarik menarik kepentingan untuk pemilu 2024,” ujar
Puan.
“Tentu saja tidak ada lawan politik yang ingin kita menang. Kekuatan
PDI Perjuangan adalah karena kita solid, selalu tegak lurus pada
instruksi ketua umum, selalu berada dalam satu rampak barisan,”
imbuhnya.
Ketua DPP PDIP Bidang Politik ini meyakini kekuatan soliditas partai
akan kuat dan mampu menghadapi tekanan situasi politik saat berhadapan
dengan partai-partai lain maupun kekuatan politik lainnya. Ia menilai
dinamika politik ke depannya akan menuntut seluruh kader, Bacaleg, dan
3 pilar partai untuk tetap dalam satu barisan partai yang terpimpin.
“Tidak dibenarkan ada kader yang di luar barisan. Pimpinan partai di
setiap tingkatan agar memastikan seluruh kader dan 3 Pilar Partai
berada dalam barisan yang solid dan kompak,” tegasnya.
“Mari kita jaga bersama soliditas Partai, selalu tegak lurus dan
jangan terprovokasi, jangan mau diadu domba!” lanjut Puan.
Kader PDIP juga diminta selalu mawas diri dan mewaspadai hal-hal kecil
ataupun hal-hal yang tidak disadari sebagai keburukan. Puan meminta
semua kader menyadari hal-hal yang akan menjadi perhatian lawan, juga
harus berhati-hati di media sosial (medsos).
“Medsos sudah menjadi alat yang sangat efektif dalam menjatuhkan citra
seseorang maupun partai. Oleh karena itu selalu mawas diri, jangan
arogan, tunjukkan sebagai kader partai yang dekat dengan rakyat,”
sebut peraih 2 gelar Doktor Honoris tersebut tulis dtc.
Dalam kesempatan ini, Puan pun menekankan semangat gotong royong dalam
sebuah jargon.
“Marilah kita berjuang dalam satu rampak barisan, tegak lurus pada
ketua umum, membentuk dan membangun kekuatan untuk menang hattrick
pemilu 2024. Dhanna eva hato hanti: bersatu karena kuat, kuat karena
bersatu,” tandasnya. (mahar)
