Jakarta, hariandialog.co.id.- Komisi Pemberantasan Korupsi memberi
sinyal langsung menahan Rafael Alun Trisambodo setelah pemeriksaan
pada Senin, 3 April 2023. KPK menyatakan sudah jadi kebiasaan
lembaganya menahan seseorang ketika dipanggil sebagai tersangka.
“Teman-teman juga tahu bahwa hampir tidak ada orang yang diperiksa
sebagai tersangka dan tidak ditahan,” kata Kepala Bagian Pemberitaan
KPK Ali Fikri di kantornya, Jakarta, Senin, 3 April 2023
Meski demikian, Ali mengatakan penahanan Rafael harus
menunggu hasil pemeriksaan. Dia mengatakan dari hasil pemeriksaan itu,
penyidik akan menganalisis dan membuat kesimpulan mengenai perlu
tidaknya Rafael untuk ditahan. “Jadi hanya soal waktu tersangka untuk
ditahan,” kata dia.
Menurut Ali, ada sejumah syarat dalam hukum acara yang
harus dipenuhi untuk menahan seseorang. Syarat itu, kata dia, adalah
pertimbangan obyektif dan subyektif dari penyidik.
KPK memanggil Rafael untuk diperiksa pada Senin, 3 April
2023. Rafael diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka penerimaan
gratifikasi terkait pemeriksaan pajak periode 2011-2023.
Rafael ditemani sejumlah orang telah hadir di Gedung KPK,
Kuningan, Jakarta Selatan siang ini. Dia memilih bungkam dan langsung
masuk ke lobi gedung KPK. Saat ini, Rafael tengah menjalani
pemeriksaan.
Dalam konferensi pers di KPK, Ketua KPK Firli Bahuri
mengatakan Rafael Alun diangkat sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil
(PPNS) pada tahun 2005. Dengan jabatannya itu, Rafael memiliki
wewenang melakukan penelitian dan pemeriksaan atas temuan perpajakan
dari wajib pajak yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Enam tahun setelahnya Rafael Alun naik jabatan. Di
situlah, menurut KPK, Rafael Alun menerima gratifikasi. “Di tahun
2011, RAT (Rafael Alun Trisambodo) diangkat dalam jabatan selaku
Kepala Bidang Pemeriksaan, Penyidikan, dan Penagihan Pajak pada Kantor
Wilayah Dirjen Pajak Jawa Timur I. Dengan jabatannya tersebut diduga
RAT menerima gratifikasi dari beberapa wajib pajak atas pengondisian
berbagai temuan pemeriksaan perpajakannya,” ucap Ketua KPK Firli
Bahuri dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada,
Jakarta Selatan, Senin (03-04-2023).
Selain itu rupanya ada siasat lain yang dilakukan Rafael
Alun. Ayah dari Mario Dandy itu memiliki sejumlah perusahaan yang
salah satu di antaranya adalah PT Artha Mega Ekadhana atau PT AME yang
bergerak di bidang konsultasi terkait pembukuan dan perpajakan.
(dbs/tob).
