Jakarta, hariandialog.co.id.- Menteri Koordinator Pangan Zulkifli
Hasan atau Zulhas menyatakan agar sebagian dana yang dikucurkan
pemerintah ke Bank BUMN dapat disalurkan untuk pendanaan program
Koperasi Desa Merah Putih.
Rencana penggunaan sebagian dana itu diungkap Zulhas seusai
rapat dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri
Koperasi Ferry Juliantono. “ Ya, sebagian (dari Rp 200 triliun) tidak
semuanya. Sebagian paling tidak kami minta untuk 16.000 (Koperasi Desa
Merah Putih) yang sudah siap,” ucap Zulhas di kantornya, Senin, 15
September 2025.
Penempatan uang Rp 200 triliun milik pemerintah ke Bank BUMN menurut
Zulhas semakin menjamin ketersediaan dana untuk pinjaman Kopdes.
Sehingga 80 ribu kopdes yang tersebar di seluruh Indonesia tak perlu
khawatir. “Tolong disebarluaskan, agar teman-teman Kopdes 80 ribu,
yang sudah menanti begitu lama, yang gerainya baru satu macam, uangnya
sekarang sudah ada,” kata dia.
Bekas menteri Perdagangan itu menyatakan bahwa pengelola
koperasi tinggal menyiapkan proposal sederhana soal usaha yang
dijalankan untuk disampaikan ke perbankan agar dana segera dicairkan.
Zulhas berharap percepatan penyaluran bisa mendukung 80 ribu Koperasi
Desa/Kelurahan Merah Putih yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto
sejak Juli lalu segera beroperasi. Zulhas juga sudah meminta Menteri
Purbaya dan Wakil Menteri BUMN Dony Oskaria untuk membantu percepatan
penyaluran pinjaman.
Dukungan Purbaya dan Dony dibutuhkan agar dana tak mengendap lama di
perbankan. “Jadi modalnya sudah ada, aturannya sudah jelas. Ini
tinggal dua hari saya kira juga akan beres,” kata dia.
Kebijakan soal dukungan pendanaan untuk Kopdes Merah Putih telah
dikeluarkan oleh Sri Mulyani Indrawati saat masih menjabat jadi
Menteri Keuangan. Sri mengeluarkan dua aturan yakni Peraturan Menteri
Keuangan (PMK) nomor 49 tahun 2025 tentang Tata Cara Pinjaman dalam
rangka pendanaan Koperasi Desa Merah Putih dan PMK 63 Tahun 2025
tentang Penggunaan saldo anggaran lebih (SAL) tahun anggaran 2025
untuk Pemberian Dukungan kepada Bank yang Menyalurkan Pinjaman kepada
KDKMP.
Dalam PMK 63, disebutkan bahwa pemerintah menempatkan Rp 16 triliun
kepada sejumlah bank BUMN yang memberi dukungan penyaluran pinjaman
kepada koperasi. Ada empat bank yang bakal menampung dana dari SAL
tersebut yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia
(BNI), Bank Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia (BSI), tulis tempo.
(diah-01)
