Kupang, hariandialog.co.id.- KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur
menyelidiki insiden tenggelamnya Kapal Motor Putri Sakinah.
Sebelumnya, kapal wisata tersebut dilaporkan tenggelam di perairan
Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT.
Hasil penyelidikan menunjukkan dugaan bahwa kapal tenggelam
karena mati mesin. “Kapal mengalami mati mesin dan gelombang tinggi
menghantamnya hingga terbalik dan tenggelam dengan cepat,” ujar Kepala
Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika
Chandra pada Senin, 29 Desember 2025.
Menurut Henry, cuaca ekstrem saat itu memicu gelombang
setinggi 2 hingga 3 meter. Karena mesin mati, kapal tidak bisa
bergerak dan ombak besar kemudian menyapunya hingga terbalik dan
tenggelam.
Akibat insiden tersebut, 11 orang di atas kapal menjadi
korban dan 4 orang di antaranya tenggelam. “Dugaan sementara, sebagian
korban terjebak di dalam kabin,” kata Henry dalam keterangan tertulis.
Henry mengatakan, operasi pencarian dan penyelamatan kini
memasuki hari keempat. Dari empat penumpang yang dilaporkan hilang,
petugas baru menemukan satu jenazah. Untuk mempercepat pencarian,
polisi mengerahkan peralatan berteknologi tinggi. Mereka menggunakan
sonar system untuk mendeteksi objek di dasar laut, ROV atau drone
bawah air untuk observasi visual, serta tim penyelam profesional.
Petugas juga memperluas area pencarian hingga radius 5,25
nautical mile. Sebelumnya, mereka telah menemukan puing-puing kapal
sekitar 5 nautical mile dari lokasi kejadian, tulis tempo. (tim-01)
