Jakarta, hariandialog.co.id.- Presiden Joko Widodo (Jokowi)
berkunjung ke Kabupaten Keerom, Papua, meninjau lokasi pengembangan
Food Estate. Di lokasi tersebut, akan disiapkan lahan jagung seluas 10
ribu hektare (ha).
Jokowi mengatakan, dari total 10 ribu hektare lahan yang
akan dikembangkan di Kabupaten Keerom tersebut, saat ini progres
pembersihan lahan (land clearing) untuk tanam sudah berjalan seluas
500 hektare. “Tahun depan ditargetkan pembersihan lahan ditambah 2.500
ha. Yang ditanam sampai hari ini baru 100 ha. Kita akan lihat bulan
Juni 2023 panen pertama, berapa ton per hektarenya akan kelihatan,
tapi saya lihat ini visible karena tanahnya rata/datar,” kata Jokowi,
dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (23/3/2023) tulis dtc.
Secara bertahap, Jokowi berharap Kabupaten Keerom akan
menjadi produksi jagung di harapkan akan naik terus setiap tahunnya.
“Air sangat melimpah, untuk pengairannya dibuat parit-parit drainase,”
kata Jokowi.
Sementara itu, Direktur Irigasi dan Rawa Kementerian PUPR
Ismail Widadi mengatakan Food Estate di Kabupaten Keerom ini merupakan
salah satu yang dicanangkan Jokowi. Kementerian PUPR mendapatkan tugas
untuk membuka lahan eks kebun sawit tersebut dan membangun saluran
irigasi alias drainase.
“Untuk food estate Keerom ini, Kementerian PUPR mendapatkan
tugas untuk membuka lahan eks kebun sawit dan saluran
irigasi/drainase. Cita-cita besar Presiden adalah membangun food
estate yang produk utamanya jagung pada lahan eks sawit yang sudah
tidak produktif seluas 10.000 hektare (ha),” kata Ismail.
Pada tahap pertama, lanjut Ismail, Kementerian PUPR melalui
Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua melakukan beberapa kegiatan, salah
satu di antaranya pembersihan lahan (land clearing) dari sisa tanaman
pohon sawit. “Yang telah dilakukan pada tahap 1 ini mulai tahun
2022-2023 adalah membuka lahan eks sawit seluas 500 ha, kemudian juga
menyiapkan drainase untuk mengalirkan air dari tanah yang telah jenuh
kandungan air karena sebelumnya ditanami sawit,” imbuhnya.
Untuk saluran drainasenya sendiri, akan dibangun saluran
primer, sekunder, tersier, hingga kuarter, dengan total panjangnya 80
km. Ismail mengatakan, hingga saat ini sudah diselesaikan saluran
sepanjang 61 km dan sedang berjalan pekerjaan saluran kuarter.
Ismail juga menambahkan, untuk tahap awal ini, pengairan
masih cukup dengan mengandalkan air hujan dan kandungan air di tanah
eks lahan sawit yang masih sangat banyak. “Diperkirakan untuk dua
kali tanam masih bisa, selanjutnya bisa dibangun embung berkapasitas
sampai dengan 6.000 m3 dan juga sumur-sumur pompa serta sprinkler,”
ujarnya. (qiqi)
