Jakarta, hariandialog.co.id.- — Presiden Prabowo Subianto mengajak
seluruh pihak untuk bersatu dan bergotong-royong. Ia mengatakan
seluruh pihak harus mengedepankan nilai-nilai kebangsaan seperti
saling memaafkan, saling memahami, dan saling membantu.
Menurutnya, tidak ada keberhasilan yang dicapai jika masih
ada pertikaian.
Ia mengatakan perbedaan suku, latar belakang, maupun
afiliasi politik tidak seharusnya menjadi alasan untuk bertikai.
“Untuk apa kita bertikai, kita ini satu keluarga apapun latar belakang
kita, apapun suku kita, apapun latar belakang kita, apapun partai
kita. Semua partai banyak patriot dan semua partai banyak bajingannya
juga,” katanya.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam
peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta, Minggu, 12 Juli
2026.
“Marilah kita kembali ke sifat bangsa Indonesia yaitu saling
memaafkan, saling mengerti, saling mengasihi, saling membantu, jangan
ikut-ikut budaya caci maki, dengki, budaya curiga,” kata Prabowo.
Usai mengucapkan kalimat tersebut, Prabowo sempat bertanya
kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti terkait kata
“bajingan”. “Presiden boleh ngomong bajingan? Aku enggak tanya kalian,
aku tanya Menteri Pendidikan ini, boleh enggak?” ujar Prabowo.
Menurutnya, bajingan tidak termasuk kata kasar. Ia
menjelaskan kata tersebut biasanya keluar kalau dirinya terlalu
bersemangat. “Ini kan tidak termasuk kasar, bajingan ya bajingan.
Bajingan, bajingan bahasa apa itu? Bahasa betawi ya?Memang saya lahir
di Betawi, jadi maaf kalau saya semangat kata-kata Betawi keluar.
Sorry ye,” katanya, tulis cnni. (bing-01)
