Bandung, hariandialog.co.id.- Ekosistem penelitian dan inovasi di Indonesia kini semakin kuat dengan hadirnya PT Siagian Global Research (SGR). Resmi disahkan sebagai badan hukum Perseroan pada 11 Maret 2026, lembaga riset independen ini berkedudukan di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
SGR didirikan sebagai wadah profesional yang menghimpun para peneliti, akademisi, dan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk mempercepat transformasi pengetahuan menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Dengan mengusung moto “Innovating Science, Shaping Tomorrow”, arah gerak PT SGR diatur secara tegas dalam Anggaran Dasar perusahaan. Sesuai amanat Pasal 5, SGR membawa visi strategis untuk menjadi lembaga penelitian dan pengembangan yang profesional, inovatif, dan berdaya saing global guna mendukung kemandirian bangsa.
Visi tersebut kemudian dieksekusi melalui enam pilar Misi utama yang tertuang dalam
Pasal 6, di antaranya adalah; melaksanakan penelitian berkualitas dan berorientasi pada
pemecahan masalah; menjalin kerja sama riset dengan perguruan tinggi, industri, dan pemerintah di tingkat nasional maupun luar negeri; serta mengembangkan penelitian yang bersifat multidisipliner, mencakup keilmuan alam, teknologi, sosial, ekonomi, seni, hingga budaya
Adapun pada Pasal 7, SGR menetapkan tujuan untuk menghasilkan publikasi ilmiah, inovasi, dan produk teknologi yang benar-benar memiliki nilai ekonomi serta sosial yang dapat dihilirisasi.
Dari Master hingga Profesor Keunggulan utama PT SGR terletak pada ekosistem
intelektualnya. Perseroan ini tidak hanya digerakkan oleh manajemen struktural, melainkan
diperkuat oleh jajaran Dewan Pakar, Majelis Kehormatan Periset (MKP), dan para staf ahli yang terdiri dari barisan akademisi tangguh bergelar Master, Doktor, hingga Profesor.
Para pakar dan periset senior ini menjalankan peran krusial dalam memberikan
pertimbangan keilmuan tingkat tinggi, merumuskan rekomendasi pemecahan masalah strategis, serta mengawal ketat kualitas dan objektivitas penelitian di SGR.
Kehadiran mereka memastikan bahwa setiap publikasi dan inovasi yang lahir dari SGR senantiasa memegang teguh integritas ilmiah.
Langkah Nyata Melalui Dua Program Call for Researcher Sebagai implementasi
langsung dari visi dan misinya di tahun 2026, PT SGR resmi mengumumkan pembukaan dua
program rekrutmen riset prestisius yang mengundang akademisi, profesional, serta peneliti muda berbakat di seluruh Indonesia:
1. Program Hibah Riset Internasional SGR SGR membuka kesempatan bagi peneliti di
bidang Sains, Teknologi, Kesehatan, Ekonomi, dan Sosial untuk bergabung sebagai
Peneliti Mitra dalam proyek riset berskala global.
Proposal penelitian telah disiapkan langsung oleh tim SGR, sehingga peserta yang terpilih dapat langsung berfokus pada eksekusi kolaborasi dan inovasi. Program ini menawarkan dukungan pendanaan (hibah riset) hingga Rp50.000.000 dengan skema profit sharing yang transparan. Pendaftaran (mencakup Cover Letter, CV, dan Portofolio) dapat dikirimkan paling lambat 15 April 2026.
2. Riset Nasional Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Merespons dinamika
kebijakan publik terkini, SGR menginisiasi riset kolaborasi bertajuk "Analisis Tata
Kelola Pengadaan, Distribusi, dan Risiko Korupsi dalam Pelaksanaan Program Makan
Bergizi Gratis (MBG)". Program ini memanggil mahasiswa tingkat akhir hingga lulusan
S1/S2/S3 dari rumpun Kebijakan Publik, Ilmu Pemerintahan, Ekonomi, Hukum, dan
Kesehatan Masyarakat.
Kandidat terpilih akan mendapatkan pengalaman riset skala nasional, kesempatan menjadi Co-Author publikasi policy paper, hingga mentoring metode riset profesional. Batas akhir pengumpulan berkas ditutup pada 31 Maret 2026.
Bagi akademisi dan talenta riset yang berminat mengambil bagian dalam solusi nyata bangsa ini, pendaftaran untuk kedua program tersebut dapat dilakukan dengan mengirimkan berkas lamaran ke email resmi perusahaan di: siagianglobalresearch@gmail.com.
Melalui sinergi multidisipliner dan keterlibatan putra-putri terbaik bangsa, PT Siagian
Global Research optimis dapat menjadi pilar penopang ekosistem sains yang tangguh demi
mewujudkan kemandirian dan daya saing global Indonesia, demikian release yang diterima redaksi, pada 28 Maret 2026. (Dia-01)
