
Bekasi, hariandialog.co.id – Akibat konflik internal yang berkepanjangan dan berlarut-larut, serta mengingat masalah yang dihadapi cukup serius,dan menyita perhatian yang mendalam. Maka sejumlah pengurus dan beberapa anggota Punguan Siburian Boru-Bere se-Jatiasih, atau kumpulan arisan satu marga, na mar dongan tubu, melakukan pertemuan intensif guna membahas rencana pemekaran dari punguan ini.
Pertemuan tersebut diadakan di Rumah MDS Sihombing Boru Siburian, selaku tuan rumah di Perum Jatirasa, Kota Bekasi, Senin (13/4/2026) malam, Pukul 19.00 Wib, yang diisiasi oleh Ketua Siburian Jatiasih yang baru, Gerard Siburian.
Menurut Gerard Siburian, bahwa saat ini, Punguannya sedang mengalami problem yang berat, khawatir dengan keberlanjutan punguan yang dipimpinnya. Ia mengaku dilema dan resah, hingga membuatnya kebingungan menghadapi situasi di tengah punguan Siburian tersebut.
Dalam suasana itu, ia terlihat lebih banyak diam, hanya mendengarkan masukan dari anggota. Seakan-akan ada rasa kekecewaan besar yang dipendamnya. Fokusnya hanya satu, tidak ingin melihat punguan ini bubar di tengah jalan.

” Alai molo adong do di sada punguan na pro kontra apalagi di punguan ni angka marga na, marraha na maranggi, na mar hula-hula Boru Inna, adong do losok ni roha, ” ujar Manik suami br Siburian. Manik mengaku bahwa ia dan istrinya mulai dari bulan Agustus tahun lalu, sudah tidak semangat lagi datang ke arisan, lantaran sejak ada masalah itu timbul.
Di tempat yang sama, Henry menyebutkan bahwa soal pemekaran ini, tanpa perlu lagi kita melihat apa yang sebenarnya realita yang sudah terjadi, “Namun, kita tetap melaporkan ke pusat, bahwa pemekaran ini adalah dengan tujuan yang baik. Hita do Saonari, Hita do Sogot, Hita do Haduan ( kita sekarang, kita juga besok dan kita yang akan datang),” sebut Henry.
Dari hasil pertemuan tersebut, mereka sepakat untuk menetapkan dua opsi, yaitu opsi pertama adalah datang langsung ke rumah anggota yang dibicarakan. Sedangkan opsi kedua mengadakan deklarasi untuk ditandatangani semua anggota punguan.
Terakhir, sebelum menutup acara, Ketua Punguan Siburian Jatiasih, Gerard Siburian berharap agar salah satu anggotanya yang jadi pembicaraan ini tergeraklah hatinya, untuk mengundurkan diri supaya semuanya berjalan lebih baik lagi. “Jujur, secara pribadi, opsi pemekaran, menurut saya agak berat juga, dan sedih rasanya. Karena punguan Jatiasih ini dibangun sudah lama. Saya lebih memilih opsi pertama, yaitu kita datang ke rumah amang ini, kalau masih keras juga baru adakan deklarasi tanda tangan semua anggota punguan,” tandasnya. (Ram)
