
BANDUNG BARAT, hariandialog.co.id– Revitalisasi satuan pendidikan atau revitalisasi sekolah menjadi program unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini juga termasuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) milik Presiden Prabowo Subianto. Pada dasarnya, program ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui pembaruan sarana dan prasarana, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.
Dampak positif dari revitalisasi ini turut dirasakan oleh SMP Taruna Sakti Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), sebagai salah satu satuan pendidikan penerima manfaat. Perwakilan Pembina Yayasan SMP Taruna Sakti, Nandang Hermansyah—yang mewakili Kepala Sekolah Melisa Candra Surya, S.Pd., Gr.—menuturkan bahwa program revitalisasi telah menghadirkan semangat baru bagi seluruh warga sekolah sekaligus mendongkrak kualitas layanan pembelajaran. Sebelum adanya revitalisasi, pemanfaatan ruang kelas dan perpustakaan belum berjalan optimal akibat keterbatasan fasilitas yang tersedia.
“Dengan adanya revitalisasi satuan pendidikan yang kami rasakan saat ini, justru menghadirkan semangat baru bagi sekolah kami. Penggunaan ruang kelas dan perpustakaan menjadi lebih maksimal karena didukung sumber pembelajaran yang sangat memadai, sehingga siswa maupun guru merasa terbantu. Selain itu, kenyamanan serta fasilitas yang dapat kami nikmati bersama, seperti toilet, mushala, dan fasilitas pendukung lainnya, sangat membantu dalam proses perkembangan pendidikan ke depannya,” ujar Nandang.
Menjawab Kebutuhan Ruang Belajar yang Layak
Nandang Hermansyah sangat mensyukuri bantuan revitalisasi tahun ini yang dinilai sangat bermanfaat bagi SMP Taruna Sakti. Pasalnya, selama ini pihak sekolah kekurangan ruang kelas. Ditambah lagi, kondisi beberapa ruangan sudah tidak layak pakai dan hampir roboh, sehingga mengganggu kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Alhamdulillah bisa terwujud, walaupun ada konsekuensi dalam pembangunan ini, terutama penyesuaian anggaran pada proses pembongkaran awal. Kami harus bergerak cepat agar pekerjaan ini selesai sesuai target waktu yang diberikan, yaitu dalam 120 hari kerja,” tambahnya.
Nandang menegaskan bahwa pihak sekolah berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai target tersebut demi melanjutkan perjuangan para orang tua siswa.
Sekilas mengenai sejarah sekolah, SMP Taruna Sakti berdiri sejak tahun 2012, namun secara administrasi baru tercatat resmi pada tahun 2014. Hingga saat ini, sekolah telah meluluskan beberapa angkatan. Keberadaan sekolah swasta ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, terutama karena banyak merangkul siswa dari keluarga kurang mampu maupun anak-anak yatim/piatu.

Target Percepatan Pembangunan Fisik
Sementara itu, penanggung jawab teknis pekerjaan, Mamat, menjelaskan bahwa bantuan dari kementerian ini dialokasikan untuk pembangunan fisik dari nol dan rehabilitasi bangunan yang sudah ada. Rincian fasilitas yang dibangun meliputi:
1 unit ruang perpustakaan (pembangunan dari nol)
2 lokal Ruang Kelas Baru (RKB)
Rehabilitasi (rehab) 2 lokal kelas lama
“Target awal adalah 120 hari kalender, tetapi prosesnya kami percepat. Kami mengejar target agar saat siswa masuk sekolah nanti, pembangunannya mudah-mudahan sudah selesai. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait, khususnya Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, yang telah memfasilitasi pengajuan revitalisasi APBN ini melalui Dapodik ke Kementerian Pendidikan. Bantuan ini sungguh tidak terduga. Semoga ke depan bantuan-bantuan lain akan mengalir lagi, mengingat masih banyak kebutuhan fasilitas pendukung seperti mushala, WC/MCK, dan sarana lainnya ,” harap Mamat.
Komitmen Menjaga Amanah dan Pemerataan Pendidikan
Di akhir kesempatan, pihak yayasan kembali menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan kepada sekolah swasta.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, dan Mendikdasmen, Bapak Abdul Mu’ti, atas komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Mudah-mudahan ini bermanfaat. Kami selaku penerus perjuangan berkomitmen untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya sebagai amanah demi memberikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa. Sebelum proyek ini, kami juga sempat mendapatkan bantuan Laboratorium dari APBD,” pungkas Nandang.
Melalui program revitalisasi ini, peserta didik kini memiliki ruang belajar yang lebih memadai untuk bereksplorasi dan mengembangkan keterampilan dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Intervensi program yang menjangkau sekolah swasta ini membuktikan komitmen nyata pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pendidikan. Dengan penguatan sarana dan prasarana yang merata, setiap peserta didik diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa memandang status penyelenggara satuan pendidikan. (NAGON)
