Jakarta,hariandialog.co.id– Ada pemandangan yang mengganggu pada persidangan Selasa (8/6/21) di ruang sidang 8 (Purwoto Gandasubrata) dan ruang sidang 9 (Oemar Senoadji) Pengadilan Negeri Jakarta Barat.
Dimana dua ruang sidang yang berdampingan letaknya berada dilantai satu dari lima lantai gedung PN Jakbar tersebut, mengalami becek/ air bergelimang dalam ruang sidang bagian tempat duduk pengunjung karena air yang terus menetes dari internit atas.
Untuk mengatasi agar air jangan mebasahi semua lantai ruangan sidang, maka petugas pengadilan mencoba menampungnya dengan menadah air menggunakan ember yang didalamnya juga ditaruh alat pel. Dan jika lantai sudah banyak air maka langsung dipel.
“Untung aja persidangan digelar secara online (virtual) sehingga pengunjung sidang jarang. Yang ada hanya Jaksa Penuntut Umum dan juga kuasa hukum yang lewat dari pintu depan ruang persidangan dengan cara berjalan masuk dan keluar ruang sidang dengan menghindari tetesan air. Coba kalau pengunjung sidang ramai, pasti ada yang terlicin jatuh,” kata salah seorang penasehat hukum.
Dalama amatan Dialog,barulah tepat pukul 16.00 WIB atau setelah persidangan habis, maka petugas pengadilan mulai membuka internit guna memeriksa sumber air yang menetes terus tersebut, guna diperbaiki.
Namun saat rembesan air tersebut menetes memasuki ruang persidangan di bagian pengunjung sidang, dan adanya ember di taruh untuk menampung air dari rembesan agar jangan langsung mengalir lantai, membuat pemandangan ruang sidang terganggu. (Het)
