
Jakarta, hariandialog.co.id. Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menyediakan dan memberikan makanan rimgan dan minuman untuk membatalkan puasa.
Semua tahanan setiap hari bila mengikuti jalannya persidangan dipersiapkan bukaan buat semua tahanan. “Kita tidak tahu agamanya islam atau bukan. Namun, semua tahanan diberikan makanan buat buka. Yah kalau cepat selesai mereka bawa pulang ke Rutan dan kalau tidak mereka buka dijalanan saat kembali ke Rutan,” ungkan Eko Budi Susanto.
Masalah jumlah bukaan sesuai dengan jumlah tahanan. “Sebelum hari H persidangan kan sudah ada permintaan dari para jaksa sidang. Jadi dengan jumlah tersebut makanan dan minuman untuk berbuka sudah dipesan satu hari sebelumnya. Jadi tidak ada masalah terkait jumlah,” jelas sang Doktor Ilmu Hukum itu.
Terkait menu makanan, sementara ini para tahanan puas terkait rasa. ” Belum ada komplain terkait menu. Yah, .mereka lahap saja menikmati bukaan. Kita memanusiakan para tahanan. Kan mereka juga saudara kita,” tutur Eko.
Sementara tahanan wanita semua dibagikan. “Wanita atau perempuan yang datang bulan atau haid, tetap dibagi juga. Kan kita sungkan mempertanyakan puasa atau tidak.jadi tahanan pria dan perempuan semua dapat jatah buat bukaan,” jelasnya Eko yang mengaku pembagian tahjil atau bukaan sebagai pengganti makan siang yang selama ini di terima. (tob)
