Jakarta, hariandialog.co.id.- Sidang perkara pidana dugaan sumpah
palsu dengan terdakwa Ike Farida berlanjut dengan agenda pembacaan
putusan sela dari hakim Sulistyo selaku ketua majelis untuk terdakwa
di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Senin, 21-10-2024.

Hakim Sulistyo menyebutkan bahwa pihaknya menolak eksepsi
dari kuasa hukum terdakwa karena sudah memasuki materi pokok perkara.
Surat dakwaan jaksa sudah sesuai dengan KUHAPidana.
Seperti isi surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang
menyatakan bahwa dugaan tindak pidana yang dilakukan Ike Farida
dimulai ketika terdakwa memimpin rapat khusus di kantornya untuk
membahas memori peninjauan kembali (PK). Ia juga memberikan surat
kuasa khusus kepada Nurindah MM Simbolon dan Putri Mega Citakhaya pada
Februari 2020 lalu.
Terdakwa Ike Farida menyetujui agar bukti baru (Novum) disampaikan di
PN Jaksel. Pasalnya, terdakwa mengetahui bukti baru itu sudah pernah
digunakan pada perkara sebelumnya. Dari peristiwa itulah unsur
kesengajaan memberikan sumpah palsu terpenuhi.
Di luar persidangan tepatnya di depan ruang sidang 2 PN Jakarta
Selatan, sempat terjadi ketegangan antara massa yang menamakan diri
“Bunda Peduli Hukum” dengan kuasa hukum terdakwa Ike Farida,
Kamaruddin Simanjuntak.
Tidak jelas dari mana awalnya, tiba-tiba kuasa hukum Dr. Ike Farida
yakni Komaruddin Simanjuntak bersuara keras dan menghadapkan wajahnya
kepada rombongan Wanita cantik dengan baju kaos bertuliskan “Gelar
Doktor Kok bisa terdakwa 242 KUHP”.
Tanpak semakin kuat suara Komaruddin semakin senyum dan terkadang
melemparkan kalimat sentilan terhadap terdakwa. Dan Komaruddin semakin
emosi dan mengeluarkan suara dan kata-kata keras sehingga para
pengunjung sidang menjadikan perhatian asal suara keras. Dan dengan
sigap petugas PN Jakarta Selatan, menghimbau agar menyelesaikan
masalah di luar agar tidak terganggu jalannya persidangan.
Ada suara menyebutkan kaum Wanita yang mengatasnamakan “Kaum Bunda
Peduli Hukum” di bayar untuk datang ke pengadilan dan langsung
disambut “Emannya kaos warna merah setiap sidang dating. Mereka itu
dibayarkan. He he he terungkap si kaos merah” kata kaum Wanita itu
dengan tertawa seperti ngedek. (tob)
