Taput, hariandialog.co.id.- Acara talk show yang dibawakan oleh Neeta Sihombing, yang diadakan diruang live show radio Bonapit FM 90.1, membahas target pasar ulos, jenis maupun motif ulos dan perkembangannya.
Narasumber yang menghadirkan ketua Dekranasda Tapanuli Utara Satika Simamora, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Herli Sinaga dan pengerajin tenun Marjunjung Hutabarat, Tarutung, Selasa (6/7/2021).
Ulos adalah kain tradisional yang dibuat dengan cara ditenun, dan berasal dari beberapa etnis di Sumatera Utara, yaitu Batak Toba, Simalungun, Karo dan sekitarnya, makna kata ulos ini sendiri adalah selimut, memiliki bermacam macam jenis/motif, yang memiliki makna tersendiri, Jenis ulos yang di pakai acara Adat batak adalah ulos, Sadum, ragi hotang, ragi idup dan Harungguan.
Keberadaan ulos sekarang, semakin di minati, bagaimana cara mengembangkan ulos, tanpa mengurangi nilai nilai luhur yang terkandung didalamnya,
Dalam acara talk Show, Ketua Dekranasda menyatakan yakin dengan semakin dikenalnya produksi masyarakat Taput akan memberikan nilai tambah bagi perekonomian pengerajin, namun hal ini butuh kerjasama semua pihak terutama untuk percepatan pengembangan ekonomi.
Percepatan ekonomi dapat diwujudkan apabila tercipta kerjasama oleh semua pihak. Dekranasda dan Pemerintah Kabupaten akan tetap berupaya agar ekonomi kreatif ini akan semakin cepat berkembang di tengah-tengah masyarakat.
” Namun dibutuhkan perhatian dan kerjasama dari semua pihak bahkan dari masyarakat itu sendiri. Upaya-upaya yang kita tempuh itu bertujuan untuk menaikkan pendapatan para pengrajin agar hasil karyanya lebih dihargai. Dekranasda Tapanuli Utara siap membina seluruh kelompok pengerajin, sebenarnya, ulos bagian yang tidak terpisahkan dari adat batak, sudah seharusnya kita mencintai ulos,” ucap Ketua Dekranasda Ny. Satika Nikson Nababan boru Simamora.
Satika dengan lugas menjelaskan semua pertanyaan dari Neeta dalam suasana akrab
“Motif ulos yang diminati, itu sudah ada ketentuannya, misalnya untuk acara adat pesta pernikahan, ada ulos ragi hotang, dan untuk fashion ada bahan ulos Ikat, yang nyaman dipakai, untuk budaya tenun tenun motif marjungkit (songket) banyak ditarutung, sipoholon dan siatas barita,” tambah Satika
Adapun target harus dicapai oleh Dekranasda dan Dinas Koperasi dam UKM
“Target Market kedepannya, dengan adat Batak kita kenalkan adat batak ke masyarakat luas, selain orang Batak yang jadi target maupun yang lain yang minat dengan kultur kita, karena orang Batak cenderung dengan ulos karena ulos bagian yang tidak terpisahkan dari adat batak.dengan cara itu pengerajin harus kreatif menghasilkan karya karya mereka untuk diminati oleh konsumen, banyak cara untuk mengenalkan karya pengerajin, salah satunya perhelatan adat Batak maupun event, jadi tidak harus memakai anggaran negara untuk mempromosikan ulos dari Taput,” jelas Satika
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Taput Herli Sinaga mengapresiasi dukungan dari Ketua Dekranasda Taput untuk mengangkat harga ulos, “sungguh luar biasa dukungan dari ketua Dekranasda ibu Satika untuk melestarikan ulos, membina para pengerajin tenun dan pelaku usaha UKM di Taput,” ucap Herli.
Marjunjung Hutabarat pengerajin ulos dari Tarutung dan juga sebagai pengurus Dekranasda yang ikut dalam acara, menjelaskan keberadaan Dekranasda Taput bukan Usaha nirlaba tapi sebagai Fasilitator dan wadah untuk mempromosikan hasil hasil kerajinan tangan, mempertemukan pengerajin, produk pengerajin dengan konsumen. (Emmar)
