Jakarta, hariandialog.co.id.- Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin
mendukung usulan agar pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI)
Syekh Sulaiman Ar-Rasuli ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Mengingat, kiprah besar PERTI dalam mendukung kemajuan bangsa
Indonesia tidak lepas dari peran Syekh Sulaiman Ar-Rasuli.
Wapres mengatakan Syekh Sulaiman Ar-Rasuli layak sebagai
pahlawan nasional sebagai bentuk penghargaan atas jasa besar
perjuangannya terutama di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial
kemasyarakatan bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka. “Saya
mendukung usulan agar beliau Hadratus Syekh Sulaiman Ar-Rasuli
ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” tegas Wapres dikutip dalam
keterangan resminya, Senin (08-05-2023).
Lebih lanjut, pada kesempatan ini Wapres pun mengajak
PERTI untuk terus melanjutkan komitmen tokoh pendirinya tersebut dalam
mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberi sumbangan nyata terhadap
penyelesaian persoalan kebangsaan lainnya. “Dan saya anjurkan supaya
tidak berhenti untuk memperjuangkan Syekh Sulaiman Ar-Rasuli sampai
menjadi pahlawan nasional,” pintanya.
Terakhir, Wapres menyampaikan bahwa dirinya menaruh
harapan besar pada PERTI untuk terus berperan menyiapkan sumber daya
manusia (SDM) yang unggul, baik dalam kompetensi maupun akhlak yang
mulia. “Dan juga menantikan semakin banyak generasi muda dan alumni
PERTI (yang) akan terjun berkiprah di berbagai bidang pembangunan,
baik tingkat lokal, nasional, maupun global,” tandasnya tulis okzn.
Sementara itu, Ketua Umum PERTI Syarfi Hutauruk mengatakan
jelang usia satu abad, PERTI telah memainkan peran penting dalam
meneguhkan paham keagamaan dan ikut bersama komponen bangsa lainnya
berjuang dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan porsinya. “PERTI dari
umat maksudnya adalah bahwa ulama, pimpinan pesantren, Syekh Madrasah
Tarbiyah Islamiyah (MTI), mursyid tarekat dan jamaah adalah umat Islam
bangsa Indonesia yang tetap istiqomah mengakomodasi kearifan lokal,
moderasi dalam pemahaman keagamaan dan menjadi bagian pendiri dan
pilar penyangga NKRI,” terangnya.
Lebih lanjut, menurut Syarfi, kehadiran PERTI yang
dinahkodai para ulama dan zuama telah berkontribusi besar bagi
pencerdasan umat, penegakkan sendi-sendi kehidupan berbangsa
bernegara, kesatuan dan keutuhan NKRI. “Kiprah PERTI untuk umat dan
bangsa terus berjalan tiada henti sampai usia yang cukup tua mendekati
satu abad bergerak seiring sejalan dengan nafas keumatan dan
kebangsaan,” tegasnya. (dikatb)
