Jakarta, hariandialog.co.id.- Jutaan buruh siap demo menolak kenaikan
harga BBM. Puncaknya 5 juta buruh ancam mogok massal selama satu bulan
penuh aksi demo akan terus dilakukan.
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan puncak aksi pemogokan
nasional akan dilakukan akhir November dengan cara stop produksi
keluar dari pabrik. Mogok nasional akan diikuti 5 juta buruh di 15
ribu pabrik. Melibatkan 34 provinsi dan 440 kabupaten/kota. “Karena
itu, kami mengusung tiga isu. Tolak kenaikan harga BBM, tolak omnibus
law, dan naikkan upah minimum 2023 sebesar 10%-13%,” kata Presiden
KSPI Said Iqbal, Senin (12-09-2022).
Tiga isu tersebut merupakan satu kesatuan yang akan
diperjuangkan klas pekerja. Menurut Said, strategi yang akan dipakai
Partai Buruh adalah dengan melakukan aksi di daerah. Titik aksi di
daerah adalah di kantor Gubernur, Bupati/Walikota, atau DPRD. Adapun
output yang diharapkan dalam aksi daerah ini adalah meminta Gubernur
atau Bupati/Walikota membuat surat rekomendasi penolakan kenaikan BBM
kepada Presiden dan Pimpinan DPR RI. “Aspirasi daerah harus didengar.
Surat rekomendasi penolakan kenaikan harga BBM dikirim ke Presiden dan
pimpinan DPR. Supaya mereka paham bahwa kebijakan pusat telah
menyengsarakan rakyat di daerah,” ujar Said.
Output kedua, lanjutnya, meminta Gubernur dan Bupati mendesak
DPR membuat pansus BBM. “Pansur DPR RI diharapkan bisa membongkar
kenapa swasta bisa menjual BBM lebih murah? Apa yang terjadi dengan
pembiayaan bersubsidi? Apakah ada mafia di penentuan harga BBM? Serta
apa implikasi terhadap daya beli yang merosot?,” tegasnya seperti
ditulis okzn.
Buruh akan melakukan aksi bergelombang di setiap daerah
selama bulan September. Aksi dilakukan setiap hari, kecuali Jumat,
Sabtu, dan Minggu. (fartob).
