Jakarta, hariandialog.co.id.- Tim gabungan antara Kepolisian dan
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten,
menggagalkan keberangkatan 32 orang yang diduga hendak melaksanakan
ibadah haji ilegal ke Tanah Suci. “Upaya ini tadi dilakukan di
Terminal 2F, pada Jumat (15/5) lalu sekitar pukul 17.30 WIB,” kata
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana di
Tangerang, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan, bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari
temuan petugas Imigrasi yang mendeteksi 32 orang penumpang penerbangan
dengan pesawat ID7157 rute Jakarta–Singapura. “Kemudian
ditindaklanjuti Polresta Bandara Soetta atas temuan dari petugas
Imigrasi tersebut,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Wisnu, polisi
mendapatkan keterangan dari yang berbeda-beda, yang sebagian dari
mereka mengaku akan berangkat wisata ke Hainan, China. “Namun, banyak
di antaranya menggunakan visa kerja Arab Saudi, sehingga menimbulkan
kecurigaan petugas,” katanya.
Ia menyebutkan, dari pemeriksaan lanjutan tim penyidik,
terdapat 26 orang mengaku hendak mengikuti paket wisata ke Hainan,
China selama enam hari yang diatur oleh Travel F dengan biaya Rp15
juta per orang. “Pembayaran ditransfer ke rekening kantor travel dan
rombongan didampingi Tour Leader bernama E M,” ujarnya.
Sementara itu, terdapat lima orang lainnya mengaku secara
terbuka bahwa tujuan utama mereka adalah melaksanakan ibadah haji ke
Arab Saudi. Dua di antaranya, pasangan suami-istri asal Ponorogo
berinisial DA dan KA mendaftar melalui Travel T M dengan biaya Rp250
juta per orang setelah mendapat informasi dari TikTok. “Sementara SNB
mengaku didaftarkan oleh anak asuhnya dengan biaya Rp185 juta. Mereka
menunggu Tasreh atau surat izin resmi haji di Hainan sebelum
melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi,” ungkapnya.
Dalam hal ini, tim penyidik Polresta Bandara Soetta juga
telah berhasil melakukan pemeriksaan kepada “tour leader” atau orang
berperan sebagai Manager Operasional Travel. Berdasarkan hasil
penulusuran menyatakan bahwa pihaknya hanya bertugas mendampingi
perjalanan wisata ke Hainan. “Manager Operation F Travel berinisial
EM, mengaku pihaknya hanya bertugas mendampingi perjalanan wisata ke
Hainan. Sementara dia tidak mengetahui bahwa banyak peserta
menggunakan visa kerja Saudi, karena travelnya tidak mengurus visa,”
kata dia, tulis viva.news. (amin-01)
