
Bandung Barat, hariandialog.co.id– “Setelah ditunjuk sebagai calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional, SMP Negeri 1 Cipatat Satuan Dinas Pendidikan (Disdik) bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Bandung Barat (KBB)’ terus melakukan berbagai upaya untuk memperkuat program peduli dan berbudaya lingkungan di lingkungan sekolah. Berbagai langkah strategis dilakukan sebagai bentuk kesiapan sekolah dalam menghadapi penilaian Adiwiyata tingkat nasional. ( 18/05/2026 )

Salah satu upaya awal yang dilakukan ialah mengikuti kegiatan sosialisasi penyelenggaraan program Adiwiyata Nasional dan Mandiri yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Villa Pasundan dan dihadiri langsung oleh bapak H. Nurdin Suparman, S.Pd.,M.Pd. selaku kepala sekolah SMP Negeri 1 Cipatat.
Kepala Sekolah SMPN.1 Cipatat “H.Nurdin Suparman menuturkan, Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kebijakan terbaru program Adiwiyata, indikator penilaian, penguatan dokumen administrasi, hingga strategi pengembangan budaya peduli lingkungan di sekolah. Kegiatan itu juga menjadi sarana berbagi pengalaman antar sekolah calon Adiwiyata Nasional dan Mandiri.
Upaya dilanjutkan dengan mengadakan rapat perencanaan bersama tim Adiwiyata sekolah. Rapat tersebut membahas pembagian tugas setiap kelompok kerja (pokja), penyusunan jadwal kegiatan, serta penguatan program lingkungan yang telah berjalan di sekolah.
Selain itu, sekolah juga melakukan pembenahan lingkungan fisik dengan memperkuat kebersihan dan penghijauan di berbagai area sekolah. Penataan taman, pemanfaatan lahan kosong menjadi taman apotek hidup, serta perawatan pohon pelindung menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan asri” Ujarnya.
Di bidang pengelolaan sampah, sekolah terus membiasakan warga sekolah untuk memilah sampah organik dan anorganik. Program bank sampah juga mulai dioptimalkan sebagai sarana edukasi lingkungan bagi peserta didik.
Upaya kreatif juga dilakukan para siswa melalui kegiatan daur ulang sampah anorganik. Siswa kelas IX memanfaatkan tutup botol bekas untuk dijadikan tempat sampah khusus botol plastik sebagai bagian dari tugas ujian praktik. Kegiatan tersebut tidak hanya melatih kreativitas siswa, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pengurangan sampah plastik di lingkungan sekolah.
Ia menambahkan”Tidak hanya itu, sekolah turut mengembangkan program konservasi air dan energi. Para siswa dibiasakan menghemat penggunaan listrik dan air melalui berbagai imbauan dan pembiasaan sehari-hari. Sekolah juga melakukan pemantauan rutin terhadap sanitasi dan kebersihan drainase agar lingkungan tetap sehat.
Sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter, siswa dilibatkan secara aktif dalam kegiatan Cirasih (Cipatat Satu Rabu Bersih), pembiasaan K3 (ketertiban, kebersihan dan keindahan), pembibitan tanaman, serta perawatan taman sekolah. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini” tegas nya.

Seluruh kegiatan dan program yang dilaksanakan didokumentasikan secara sistematis sebagai bagian dari administrasi dan bukti fisik penilaian Adiwiyata Nasional. Dokumentasi dilakukan dalam bentuk foto, video, laporan kegiatan, dan publikasi media sekolah.
Kepala sekolah berharap seluruh warga sekolah dapat terus menjaga semangat kebersamaan dalam mewujudkan sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, SMP Negeri 1 Cipatat optimis mampu memberikan hasil terbaik dalam penilaian Program Adiwiyata Tingkat Nasional” Pungkas Nurdin Suparman. (Nagon)
