
Bogor, hariandialog.co.id.- – Polri sangat memerhatikan potensi yang
bakal membiakkan lebih jauh kriminal di masyarakat. Sejumlah personel
pilihan kini tengah digodog oleh Ditsamapta Korsabhara Badan
Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) di Bogor.
“Tindak pidana ringan (Tipiring) seperti meminum minuman keras
dan bawa senjata tajam itu startegis,” kata Auditor Sistem Manajemen
Pengamanan Obyek Vital Nasional, Kombes Pol. Edy Sumardi, S.I.K., M.H.
usai acara yang dibuka Direktur Samapta, Brigjen Pol. M. Ngajib,
S.I.K., Ahad (17/5/26) kepada media ini.
Dapat dibayangkan, kata Edy memisalkan, orang mabuk karena miras
yang membawa senjata tajam (sajam), itu kan startegis bagi membiakkan
lebih jauh kriminal di masyarakat.
Oleh karena itu untuk tahun anggaran 2026 ini, Korsabhara
Baharkam Polri terus mengadakan pelatihan. Para pelatih dari Lembaga
Sertifikkasi Profesi (KSP) Polri, sedangkan para peserta pelatihan
berpangkat perwira menengah AKBP hingga ke bintara menjalani
regsitrasi dan verifikasi ketat yang dilakukan oleh LSP.
Mereka yang mengikuti pelatihan pun merupakan personel
pilihan, antara lain AKBP S.A. Kurniawan, S.Kom, Kompol Yatmimingsih,
S.H., M.Si, Ipda Ida Wardani, S.H., M.H., serta Briptu Krisna S.H.
Seluruh calon asesor itu berjumlah 20 orang.
Materi yang mereka dapat dari master asesor, antara lain Sistem
Kompetensi Kerja Nasional, Pendalaman Prinsip dan Etika Assesmen
hingga Skema dan Kompetensi Penyidikan.
Direktur Samapta, Brigjen Pol. M. Ngajib menyatakan, seluruh
rangkaian kegiatan ditarget akan mampu melahirkan asesor yang
berkompetensi professional. Mengingat, mereka akan melakukan tugas
dengan transparan dan akuntabel guna memerkuat fungsi penegakan hukum
terhadap tipiring. (adi/tob)
