Bogor, hariandialog.co.id.- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias
KDM berkomitmen serius menata aktivitas pertambangan di Jawa Barat.
Tak ingin masyarakat terdampak aktivitas tambang menderita,
KDM mengusulkan 70 persen pajak dari aktivitas pertambangan
dikembalikan kepada desa tempat tambang beroperasi.
KDM mengatakan skema tersebut diperlukan untuk menciptakan
keadilan bagi masyarakat yang selama ini terdampak langsung aktivitas
pertambangan. “Rencana di saya pajak tambang itu harus 70 persen itu
kembali ke desa di mana tambang itu dilakukan. Jadi saya ingin
membangun yang berkeadilan,” kata KDM saat diwawancarai usai kunjungan
di Situs Batutulis, Kota Bogor, Kamis, 14 Mei 2026.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) didampingi jajaran Pemkab
Karawang meninjau lokasi tambang batu kapur untuk pabrik semen di
kawasan Karst Karawang,kebijakan pertambangan tidak hanya membahas
pembangunan jalan khusus angkutan tambang saja, tetapi juga harus
memikirkan masa depan masyarakat di wilayah tambang.
Provinsi Jawa Barat saat ini tengah mengkaji keberlangsungan
aktivitas tambang di Kabupaten Bogor, termasuk luas area tambang yang
masih dapat beroperasi dan dampak lingkungan yang ditimbulkan. “Kita
lihat dulu apakah tambangnya masih akan ada keberlangsungan atau
tidak,” ujar KDM.
KDM menjelaskan, setelah aktivitas tambang berakhir
pemerintah juga harus menyiapkan arah pembangunan dan sumber
penghidupan baru bagi masyarakat sekitar. “Setelah tambang itu apa
yang akan dilakukan untuk kehidupan masyarakatnya? Ini yang lagi kita
rumuskan sehingga menjadi tepat,” kata KDM.
Ia juga menilai selama ini daerah penghasil tambang belum
sepenuhnya memperoleh manfaat yang sebanding dengan dampak yang
ditanggung masyarakat, mulai dari kerusakan lingkungan hingga gangguan
aktivitas sehari-hari akibat kendaraan tambang.
Karena itu, Pemprov Jabar ingin mendorong tata kelola
pertambangan yang lebih berpihak kepada masyarakat lokal melalui skema
distribusi pajak yang lebih besar kepada desa terdampak.
Selain membahas distribusi pajak, Pemprov Jabar juga masih
mengevaluasi rencana pembangunan jalan khusus tambang di Bogor agar
selaras dengan hasil kajian lingkungan dan arah kebijakan pertambangan
di masa mendatang. tulistvone. (zak-01)
