
Jakarta, hariandialog.co.id – Pertandingan seru terjadi pada babak ke-7 turnamen catur JAPFA FIDE Rated 2026 yang berlangsung di Hotel Tavia Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (25-05-2026), antara mantan pecatur pelatnas IM Muhamad Lutfi Ali (2340) saat menghadapi pecatur muda IM Satria Duta Cahaya (2405). Lutfi yang sempat menguasai permainan, akhirnya dipaksa bermain remis, setelah terlibat duel taktikal yang melelahkan menghadapi Satria Duta di kategori open.
Pertandingan tersebut sempat membuka peluang besar bagi Lutfi untuk mengamankan poin penuh. Namun, akibat kalkulasi yang terburu-buru di fase akhir (end game), kemenangan yang sudah di depan mata justru terlepas.
Lutfi Ali yang mengawali permainan dengan strategi bertahan (defense), berhasil meredam gaya main Satria Duta yang terkenal tajam dan agresif. Lutfi perlahan mampu menetralkan papan permainan hingga membawa laga masuk ke fase end game dalam posisi yang perlahan-lahan diunggulkannya.
Petaka bagi Lutfi datang saat ia memilih langkah mendorong pion ke petak C5 terlalu cepat. Ia mengaku melewatkan kalkulasi yang lebih dalam yang sebenarnya bisa mengunci kemenangan total.
Saya sebenarnya ada pilihan langkah kuda E5 dulu untuk skak, baru kemudian memakan dengan pion D setelah raja lawan maju. Kalau skenario itu yang diambil, lawan tidak akan punya kesempatan untuk melakukan konter serangan,” ungkap Lutfi usai pertandingan.
Akibat blunder langkah C5 yang terburu-buru tersebut, tempo permainan justru berhasil dikejar oleh raja lawan dengan sangat akurat.
Memasuki fase akhir yang kritis, Lutfi sempat optimis ketika pionnya berhasil mencapai petak A4. Di atas kertas, posisinya sekilas terlihat menang. Namun, Satria Duta menunjukkan ketangguhannya dalam mengalkulasi akurasi langkah.
Lutfi tidak menyangka bahwa pergerakan rajanya dikunci secara pasif oleh Duta. Koordinasi perwira Duta memaksa kuda Lutfi terjebak kehilangan tempo, yang berujung pada hilangnya pion milik Lutfi saat melangkah. Satria Duta juga berhasil memanfaatkan momentum dengan mendorong pion ke petak G3, sebuah langkah kunci yang memaksa terjadinya pertukaran pion F dengan pion G.
“Langkah pion G3 itu kunci remisnya dia. Setelah pion ditukar, saya sudah tidak ada peluang lagi untuk menang. Kalkulasi saya tadi kurang panjang, saya pikir Duta tidak bisa mengejar, ternyata temponya pas sekali dengan rajanya dia,” tambah Lutfi yang kini bekerja di Pelindo.
Dengan hasil remis ini, Muhammad Lutfi Ali kini mengantongi 5,5 poin. Posisi ini membuat persaingan di papan atas turnamen semakin ketat, mengingat ada empat pemain lain yang memiliki perolehan poin serupa.
Urutannya, posisi 1-5 yang mengoleksi poin sama (5,5 pts), yaitu GM Novendra Priasmoro (2408), Lutfi Ali, Satria Duta, GM Susanto Megaranto (2476) dan IM Tirta Chandra Purnama (2271).
Pada pertandingan lainnya, Novendra bermain remis lawan IM Aditya Bagus Arfan (2370), sedangkan Susanto Megaranto berhasil mengalahkan Stevanky, lalu Tirta Chandra menundukkan FM Zacky Dhia Ulhaq.
Sementara pada babak ke-8 esok hari, Lutfi Ali akan bertemu seniornya, Susanto Megaranto, Duta lawan Novendra dan Tirta Chandra jumpa Aditya Bagus Arfan.
Di kategori Challenger JAPFA FIDE Rated 2026, terjadi perubahan pimpinan klasemen sementara. Jika sehari sebelumnya Abraham Raja Ferdinand kokoh di puncak, di babak ke-7 ini posisinya tergusur oleh Marrhuimawan Maximiliano.
Pecatur dengan elo rating 1887 tersebut, di ronde ke-7 berhasil mengalahkan Raja Ferdinand yang membuatnya menanjak ke posisi teratas dengan raihan 6,5 poin. Hanya saja, urutan di bawahnya juga punya poin sama, yaitu Sudung Tampubolon yang di pertandingan lain menang atas Eri Purnama.
Turnamen JAPFA FIDE Rated Chess 2026 sendiri diikuti sekitar 350 pecatur dari delapan negara, yakni Indonesia, Jerman, Australia, Jepang, Malaysia, Singapura, Italia, dan Uzbekistan. Ajang yang memperebutkan total hadiah Rp180 juta tersebut menjadi salah satu turnamen internasional paling kompetitif di Indonesia tahun ini.
Selain menghadirkan pecatur elite nasional dan internasional, turnamen yang untuk kelima kalinya digelar oleh PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk itu juga melibatkan 14 pecatur difabel asal Jakarta sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan catur inklusif di Tanah Air. (zal)
